HousingEstate, Jakarta - Pemerintah mengklaim capaian program pembangunan sejuta rumah sepanjang tahun 2017 mencapai 904.758 unit rumah. Menurut Direktur Kenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Khalawi Abdul Hamid, itu angka final dan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak program itu dilansir akhir April 2015.

“Realisasi itu sebanyak 70 persen porsinya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau sekitar 679.770 unit rumah, sisanya 224.988 unit untuk non MBR,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (8/1/2018).

Program sejuta rumah merupakan salah satu proyek nasional pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang didukung dengan Perpres No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksaan Proyek Strategis Nasional. Realisasi itu disebutnya hasil dari gabungan peran berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun pemangku kepentingan lainnya seperti perusahaan developer dan masyarakat banyak secara swadaya.

Kemenpupera sendiri mengklaim membangun 13.251 unit rumah susun sewa (rusunawa), 5.047 unit rumah khusus (rusus), 110.019 unit rumah swadaya, dan 57.151 unit bantuan dana alokasi khusus (DAK) bidang perumahan, sehingga total hunian yang dibangun Kemenpupera mencapai 185.468 unit.

Sedangkan pemerintah daerah (pemda) disebutnya membangun 11.629 unit, bantuan stimulan perumahan swadaya untuk rumah baru 22.881 unit, dan peningkatan kualitas rumah 113.670 unit.

Perusahaan pengembang membangun 306.465 unit, program CSR perusahaan 118 unit, dan pembangunan rumah oleh masyarakat sendiri 37.973 unit. Sementara itu pembangunan rumah non MBR mencapai 224.998 unit dengan kontribusi kalangan pengembang 167.462 unit dan masyarakat sendiri 57.526 unit.

“Dengan tren realisasi yang terus meningkat itu, kami optimistis tahun ini capaiannya bisa lebih ditingkatkan dan target satu juta rumah bisa tercapai,” kata Khalawi.

Di tempat terpisah Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kemenpupera Lana Winayanti menyebutkan, sepanjang tahun 2017 pemerintah telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dengan skim fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk 21.000 rumah, skim subsidi selisish bunga (SSB) 140.000 unit, dan subsidi atau bantuan uang muka (BUM) 160 ribu unit. “Tahun ini skim FLPP ditargetkan bisa diberikan untuk 42 ribu unit rumah, SSB 225 ribu unit, dan BUM 344.500 unit,” ungkapnya.