HousingEstate, Jakarta - Proyek transportasi massal yang saat ini tengah dibangun, light rail transit (LRT) Jakarta-Bekasi Timur dan Cawang-Cibubur serta mass rapid transit (MRT) Lebak Bulus-Kota telah membuat masyarakat tertarik membeli apartemen di sepanjang jalurnya. Sebelumnya kereta komuter juga telah membuat masyarakat tertarik dengan hunian yang menawarkan kemudahan transportasi.

Menurut Luke Rowe, Head of Residential Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, sebuah perusahaan konsultan dan manajemen properti global, proyek infrastruktur pendukung seperti LRT dan MRT saat ini menjadi sangat menarik.

“Proyek infrastruktur ini telah menjadi nilai tambah dan daya tarik tersendiri untuk konsumen menentukan pilihan apartemen, apapun segmennya. Sarana transportasi telah menjadi bagian penting dari sebuah hunian perkotaan,” katanya saat memaparkan Jakarta Property Market Update versi JLL Indonesia kuartal keempat 2017 di Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Menurut JLL, pada kuartal keempat 2017 aktivitas penjualan pasar apartemen di Jakarta belum menunjukan peningkatan yang signifikan dan cenderung stabil. Penyerapan pasar mencapai 63 persen dengan penjualan hanya 1.300 unit dari total 1.400 unit produk baru yang ditawarkan.

Fluktuasi harga juga cenderung masih flat dan situasi ini masih akan berlanjut hingga periode selanjutnya. Hal ini dikarenakan masih ada suplai sebanyak 138 ribu unit dan pasok unit baru mencapai 58 ribu unit. Penyerapan suplai di angka 63 persen ini juga menurun dibandingkan rata-rata penjualan 12 bulan sebelumnya yang mencapai 69 persen.

“Permintaan terbesar pasar apartemen masih ditopang segmen menengah dan menengah bawah. Sepanjang tahun 2017 pengembang masih cukup aktif meluncurkan produk baru, khususnya untuk kalangan menengah bawah yang terkonsentrasi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur,” jelasnya.