HousingEstate, Jakarta - Musisi Maylaffayza memiliki konsep hunian ideal yang hingga saat ini belum bisa diwujudkan dan dirasakannya. Menurut wanita kelahiran Jakarta, 10 Juli 1976 ini, hunian yang ideal itu harus banyak tanaman (greenery) yang bisa dinikmati seluruh penghuni rumah dan aksesnya juga harus bebas macet.

“Kedengarannya mudah, tapi sulit ya. Saya sendiri akhirnya pragmatis saja dengan tinggal di apartemen (Sudirman Park di Jakarta), karena memudahkan saya yang harus selalu mobile. Terlebih sudah empat tahun ini saya kuliah lagi ambil jurusan Classical Violin di Universitas Pelita Harapan (UPH) Lippo Karawaci (Tangerang, Banten). Jadi, lebih efisien,” kata pemain biola ini kepada housing-estate.com di sela-sela acara penjurian jingle Meikarduck, ikon proyek kota baru Meikarta dari Lippo Group di Cikarang, Bekasi (Jawa Barat), pekan lalu.

Aktivitas ke Lippo Karawaci ini pada akhirnya membuat wanita bernama lengkap Maylaffayza Permata Fitri Wiguna ini menjadi terbiasa dengan kawasan di sekitaran kampusnya. Seperti layaknya kawasan pinggiran Jakarta, perempuan cantik semampai ini terpikir untuk bertempat tinggal secara permanen di wilayah Karawaci yang disebutnya relatif masih hijau.

“Apartemen saya dua kamar. Satu untuk tempat tidur yang satu untuk menyimpan peralatan music. Jadi, hunian yang sekarang seperti gudang. Tentu ada juga jenuh dan stresnya, tapi sambil dinikmati saja. Kalau ada waktu luang biasanya saya jalan atau olahraga untuk sekadar release kepenatan rutinitas pekerjaan,” jelasnya.