HousingEstate, Jakarta - PT Maju Makmur Usaha Bersama, pengembang The Greko Asia Afrika Bandung meneken kerjasama pengelolaan Somerset Asia Afrika Bandung dengan The Ascott Limited di Jakarta, Senin (19/2/2018). Penandatanganan kerjasama dilakukan Dirut The Greko Asia Afrika Bandung Francis Dina Kartantya dan Regional GM Indonesia and Australia VP Global Operational The Ascott Limited Kenneth Rogers, disaksikan Komisaris The Greko Asia Afrika Bandung Steve Kartantya dan Direktur Marketing The Greko Asia Afrika Bandung Djeffry Sutanto.

Ascott melalui brand Somerset akan mengelola apartemen servis Somerset Asia Afrika Bandung (133 unit) di Jl Asia Afrika, Bandung (Jawa Barat), yang berisi unit tipe studio (76 unit), satu kamar tidur (KT) 17 unit,  2 KT (34 unit) dan 3KT (9 unit) selama 10 tahun.

Somerset Asia Afrika Bandung adalah bagian kawasan terpadu (mixed use development) The Greko Asia Afrika Bandung (The Greko) berisi Greko Creative Hub (5 lantai) dan apartemen servis (12 lantai) alias apartemen yang disewakan layaknya hotel berbintang.

Menurut Kenneth, layaknya apartemen servis untuk business travelers, Somerset menawarkan unit yang lebih luas dari hotel dan fasilitas dapur yang lengkap, sehingga nyaman untuk menginap keluarga.

Somerset Asia Afrika yang akan beroperasi pada kuartal pertama 2019 adalah brand Somerset pertama di Bandung menyusul Somerset Grand Citra di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, tahun 1996 dan Somerset Berlian di Permata Hijau (keduanya di Jakarta Selatan) tahun 2006.

“Kerjasama ini menunjukkan kepercayaan Ascott terhadap kualitas dan potensi The Greko Asia Afrika yang berada di lokasi strategis di salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia,” kata Francis melalui siaran pers di Jakarta kemarin. Ia menyebutkan, kunjungan wisatawan termasuk pelancong asing ke Bandung terus meningkat. Peningkatannya akan makin pesat bila kelak kereta cepat Jakarta-Bandung, tol layang Jakarta-Cikampek, dan bandara Kertajati di Sumedang sudah beroperasi.

Mengutip data BPS Jawa Barat, okupansi hotel di Jawa Barat mencapai 56,67 persen tahun lalu, meningkat cukup tinggi dibanding tahun 2016. Okupansi tertinggi terjadi pada hotel bintang lima (79,63 persen) dan terendah pada hotel bintang satu (44,69 persen).

Masih menurut BPS Jawa Barat, Desember 2017 tamu mancanegara yang masuk ke Bandung melalui bandara Husein Sastranegara (Bandung) mencapai 17.766 orang, naik 17,11 persen dibanding November yang 15.170 orang. Turis asing terbanyak dari Malaysia (65,31 persen) dan Singapura (28,84 persen).