HousingEstate, Jakarta - Sebagai ibukota negara dan pusat perekonomian beban Jakarta sudah sangat berat karena tidak didukung infrastruktur yang memadai. Wacana pemindahan ibukota sudah disuarakan cukup lama dan belakangan kembali disodorkan untuk mengurangi beban Jakarta. Bahkan sudah ada Keppres No. 1 Tahun 1997 untuk memindahkan kementerian maupun lembaga ke wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Terkait hal itu PT Bukit Jonggol Asri (BJA) menyatakan kesiapannya mengembangkan wilayah Jonggol bila pusat pemerintahan dipindahkan ke lokasi ini. BJA sendiri dimiliki 99 persen oleh PT Sentul City Tbk, pengembang kota baru Sentul City (3.100 ha) di Sentul Selatan, Kabupaten Bogor.

Menurut Presiden Komisaris BJA Harry Tranggono, pihaknya memiliki lahan seluas 30 ribu hektar yang separuhnya bisa dikembangkan untuk berbagai fungsi properti. Jalur ini juga akan didukung Jalan Puncak 2 yang sementara ini pembangunannya dihentikan. Jalan Puncak 2 untuk mengurangi kepadatan di jalur utama Puncak, Ciawi.

Masterplan kami sudah siap untuk mengembangkan 60 persen dari area seluas 15 ribu hektar. Perumnas juga sudah masuk dengan membangun perumahan sebanyak 5.000 unit seharga di bawah Rp300 juta. Kami sendiri akan membangun sebanyak 3.000 unit rumah,” ungkap Harry kepada housing-estate.com di sela-sela seminar “Menatap Masa Depan Jakarta” yang diselenggarakan Perhimpunan Studi Pengembangan Wilayah di Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Tahap pertama untuk pengembangan 3.000 unit rumah ini akan dilakukan dalam lima tahun dengan investasi untuk pengembangan seluruh kawasan di tahap pertama mencapai Rp10 triliun. Pemerintah juga sudah mendukung dengan akan memperpanjang jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT) dari Bogor hingga ke Jonggol.

Bila mengikuti Keppres yang diterbitkan tahun 1997 itu, distribusi ekonomi akan bergeser dari sebelumnya ke barat-timur menjadi ke wilayah selatan. Untuk tahap awal Harry mengusulkan instansi atau lembaga non teknis yang sifatnya tidak vital yang dipindahkan terlebih dulu ke kawasan Jonggol.

“Dengan begitu perekonomian bisa spread dengan lebih luas dan beban Jakarta juga bisa dikurangi secara bertahap. Nantinya hunian yang dikembangkan ini juga akan diprioritaskan untuk kalangan PNS maupun pekerja di sekitaran. Dengan konsep kota mandiri seluruh fasilitasnya akan lengkap tersedia,” katanya.