HousingEstate, Jakarta - PT Jakarta River City (JRC), anak usaha PT Wika Realty atau “cucu” dari BUMN PT Wijaya Karya Tbk, mendapatkan suntikan dana dari AAE System Inc-AAE System Ltd, melalui PT Naratama Sukma Angkasa (NSA) selaku strategic partner JRC. AAE System Inc merupakan perusahaan asal California, Amerika Serikat, yang memberikan pinjaman sebesar 150 juta dollar Amerika Serikat (USD) atau sekitar Rp2 triliun.

AAC System Inc telah menyalurkan pendanaan di lebih 21 negara termasuk Indonesia. Dengan adanya suntikan dana itu, proyek properti terpadu (mixed use development) Jakarta River City di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, bisa segera dimulai proses pembangunannya.

Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan di Jakarta, Jum’at (23/2/2018) oleh Business Development AAE System Inc Amir Qoyyum, Sales Promotor AA System Inc Agus Sarif Budiman, Direktur Utama NSA Andi Wawo Rustam, Direktur Utama Wika Realty Agung Salladin, dan Direktur Utama JRC Rizkan Firman.

“Kerjasama ini kami lakukan untuk kedua kalinya di Indonesia. Yang pertama untuk pembiayaan di bidang energi. Indonesia merupakan negara yang secara ekonomi cukup baik dengan tren peningkatan yang pesat. Kami berharap akan ada kerja sama lanjutan yang bisa kembali dilakukan,” kata Amir melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (24/2/2018).

Lebih dari itu Andi menyebut Wika Realty merupakan developer dengan nama baik di Indonesia dengan portofolio yang sangat berkualitas dan bisa diterima konsumen. Hal ini menambah keyakinan dengan pengembangan proyek JRC yang juga akan berjalan baik. Bahkan, ia meyakini kerjasama seperti ini akan berlanjut di masa mendatang.

Sementara Agung Salladin mengaku jika kerja sama ini merupakan langkah awal yang baik bagi Wika Realty. “Kami berharap kerja sama seperti ini bisa berlanjut untuk proyek-proyek berikutnya, karena sejak awal kami memang mengusung sistem open investment untuk beberapa proyek yang kami kembangkan, salah satunya JRC,” katanya.

JRC dikembangkan di atas lahan enam hektar. Lokasinya berada persis di pinggir Sungai Ciliwung dekat Kedubes Arab Saudi di jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT) Cawang–Dukuh Atas yang sedang dibangun. Proyek akan terdiri dari gedung perkantoran bertingkat rendah (low rise), delapan menara apartemen, dan area komersial. Agung menyebut proyek ini akan menjadi yang paling lengkap dan terbesar di kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) di koridor MT Haryono.

Rizkan merinci, gedung perkantoran akan dibangun di atas lahan 5.000 m2 setinggi tujuh lantai dengan dua lantai pertama untuk area komersial. Sementara apartemen akan merangkum 13 ribu unit hunian. Masih ada area komersial lain yang dikembangkan di atas lahan 7.000 m2 untuk area kuliner ala alfresco dining (ruang luar) dan fasilitas sinema. Perkantorannya ditawarkan seharga Rp36 juta/m2, apartemen mulai dari Rp28 juta/m2.

“Lokasi proyek terhubung dengan stasiun LRT Cawang, halte Trans Jakarta, jalan tol, dan dekat dengan bandara Halim Perdanakusuma. Proyek dirancang Aedas Singapura yang mengutamakan konsep ramah lingkungan dan terhubung dengan pedestrian,” jelas Rizkan.

Saat ini JRC masih dalam tahap pematangan konsep dan pengurusan perizinan. Targetnya kuartal ketiga 2018 sudah bisa memasarkan unit perkantoran dan kuartal pertama 2019 menyusul dilansir apartemen. Pada akhir tahun ini akan dibuka nomor urut pemesanan (NUP) untuk apartemen.