HousingEstate, Jakarta - Proyek properti terpadu atau mixed use development JKT Living Star (JLS) di Jalan Lapangan Tembak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, mulai dibangun (ground breaking). Proyek seluas 4,8 ha itu dikembangkan PT Sindeli Propertindo Abadi (SPA) yang merupakan perusahaan pengembang asal China.

Tower pertama yang mulai dibangun ini lokasinya paling depan yang merupakan bagian dari pengembangan tahap pertama bersama fasilitas komersial (lifestyle mal) seluas 7.000 m2. Serah terima unitnya ditargetkan tahun 2021.

Menurut  Chief Executife Officer (CEO) SPA Wu Wei, pembangunan menara apartemen pertama JLS ini akan memberikan lansekap berbeda di kawasan Pasar Rebo.

“Karena itu kami sangat antusias mengembangkan proyek properti ini karena berada di kawasan yang sangat berkembang. Selain itu dengan ground breaking ini, nilai investasi proyek juga akan terus meningkat,” katanya saat acara ground breaking, Jumat (16/3/2018).

JKT Living Star, jelas Wui, akan memberikan hunian berikut fasilitasnya yang berbeda dibanding proyek properti lain di kawasan. Selain itu dalam radius 2 km dari lokasi proyek juga sudah terdapat banyak fasilitas mulai dari sarana pendidikan, rumah sakit, sampai perkantoran.

Bukti JKT Living Star sangat prospektif, saat SPA mulai menawarkan proyek dua tahun lalu belum ada proyek sejenis yang dipasarkan. Tapi, setelah itu ada tujuh proyek properti yang ditawarkan dan mulai dibangun.

“Bisa dibayangkan situasi di kawasan nanti bila berbagai proyek itu selesai dan beroperasi. Makanya sekarang kesempatan konsumen memiliki hunian terbaik dengan harga terjangkau di JLS sekaligus menjanjikan kenaikan investasi yang sangat potensial,” katanya.

Saat ini JKT Living Star menawarkan apartemen tipe studio dan dua kamar tidur (KT) berukuran 20-34 m2 seharga Rp340 – 600 jutaan/unit.

Tower pertama 28 lantai yang mencakup 594 unit hunian diklaim sudah terjual 90 persen. Akan segera dipasarkan menara kedua yang posisinya ada di bagian belakang. Total akan dikembangkan enam menara apartemen dan properti komersial mencakup 3.648 unit hunian dengan total investasi diperkirakan mencapai 150 juta dollar Amerika atau sekitar Rp2 triliun.