HousingEstate, Jakarta - Bisnis properti yang melemah beberapa tahun terakhir harus disiasati dengan ekstra kreatif melalui berbagai promosi hingga kemudahan cara bayar. Hal seperti ini dilakukan banyak pengembang agar tetap bisa membukukan penjualan di tengah situasi pasar yang masih sulit.

Paramount Land, pengembang Paramount Serpong (700 ha) Serpong, Tangerang (banten) misalnya, menggelar acara block party di beberapa klaster seperti Latigo Village, Menteng Village, dan klaster lainnya.

Block Party adalah ajang kumpul-kumpul sesama warga kompleks perumahan untuk saling berinteraksi yang tradisinya dimulai dari perumahan di Amerika Serikat.

“Block Party ini sebelumnya kami lakukan di Malibu Village dan Carillo Village, kami berhasil menjual 3-4 unit rumah setiap minggunya. Makanya dilanjutkan di Latigo dan Menteng. Dengan ajang seperti ini kami berupaya membuat semacam hub ke produk yang kami pasarkan dan itu terbukti hasilnya cukup baik,” kata M Nawawi, Associate Director Paramount Land, kepada housing-estate.com saat ajang block party di Latigo Village, Minggu (29/4/2018).

Nawawi menjelaskan, era berjualan dengan menggandeng selebritis untuk menciptakan keramaian sudah bukan musimnya lagi. Saat ini konsumen harus memiliki experience langsung dengan produk yang diincarnya. Karena itu rumah contoh plus interior yang lengkap menjadi keharusan agar konsumen bisa mendapatkan bayangan yang riil dari produknya.

Konsep kegiatan seperti block party ini juga terbukti bisa menjaring penjualan yang baik. Penjualan 3-4 unit setiap minggu hampir terjadi di setiap klaster yang menjadi tempat diadakannya promo ini. Carillo Village telah berhasil menjual 76 unit dari total 200-an unit rumah yang dipasarkan sejak tahun lalu. Menteng Village 56 unit dari total 119 unit.

“Setelah kita analisis, konsumen yang membeli kebanyakan dari penghuni di sini dan warga dari sekitar perumahan di luar Paramount. Yang dari database marketing justru sedikit. Makanya block party ini terus kita lakukan, Latigo Village sejak diluncurkan 28 Maret 2018 lalu sudah terjual 72 unit, jauh di atas ekspektasi kami,” jelasnya.

Sepanjang kwartal pertama 2018 Paramount Serpong mencatat penjualan Rp700 miliar, lebih baik dibanding periode yang sama tiga tahun sebelumnya. Ini sudah seperti tahun 2015 sebelum turun terus tahun 2016 dan 2017,” kata Nawawi.

Kwartal pertama 2015, 206 dan 2017 Paramount Land mencatat penjualan Rp512 miliar, Rp530 miliar dan Rp300 miliar yang disebut sebagai periode paling berat. “Tahun ini kami menargetkan penjualan Rp3 triliun. Melihat progres penjualan tiga bulan pertama yang sangat baik, kami optimistis bisa mencapai target tersebut. Lebaran tahun ini target yang bisa dicapai sudah lebih dari separuhnya,” ungkapnya.