HousingEstate, Jakarta - Wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, dikenal sebagai kawasan bisnis dan perdagangan yang banyak dihuni etnis Tionghoa. Di kawasan banyak dikembangkan ruko yang dijadikan pusat kuliner, minimarket, kantor, show room mobil dan lain-lain.

Namun, menurut pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, saat ini Kelapa Gading bukan lagi basis etnis Tionghoa karena banyaknya ruko di kawasan itu yang sudah dibelinya. Dengan berkelakar ia mengatakan, Kelapa Gading sudah menjadi kampung Batak.

“Sebut saja komplek ruko di Kelapa Gading yang sebelah mana, pasti saya punya. Jumlah ruko saya sudah ratusan sampai tidak tahu lagi saya berapa jumlah pastinya. Makanya Kelapa Gading itu bukan lagi kampung China tapi sudah jadi kampung Batak, saking banyaknya ruko punya saya,” canda pria kelahiran Laguboti, Toba Samosir, Sumatera Utara, 20 Oktober 1959, ini saat mengisi sebuah acara talkshow di stasiun televisi swasta Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Hotman yang kerap memberikan konsultasi dan bantuan hukum gratis di Kedai Kopi & Bakpao Kwang Koan (Kopi Joni) di Jalan Kopyor Raya, Kelapa Gading, ini setiap kali membeli ruko langsung menyerahkannya kepada istrinya. Sebanyak tiga ruko besar yang sekarang mejadi kantornya disebut nilainya mencapai ratusan miliar. Ruko Kedai Kopi Joni sendiri juga milik Hotman termasuk rumah pribadinya yang berjarak hanya 200 meter dari kedai itu.

“Pokoknya saya beli saja dan semua ruko saya harganya selalu naik. Tapi saya tidak tahu menahu soal maintenance dan siapa yang menyewa serta berapa saya dapat uang penyewaannya. Pokoknya saya hanya beli dan langsung saya serahkan sama istri. Urusan lainnya saya nggak tahu lagi,” kata ayah tiga anak ini.