HousingEstate, Jakarta - Sebenetar lagi kita memasuki bulan puasa dan kemudian Idul Fitri atau Lebaran. Momen tahunan ini selalu dinanti-nanti sekaligus menjadi saat menyambut kerabat dan handai tolan di rumah. Karena itu rumah perlu tampil lebih segar dan menyenangkan. Karena itu rumah perlu ditata ulang selain mungkin juga diperbaharui catnya. “Konsepnya, saat berkunjung tamu harus merasa tersambut dengan penataan ruang yang hangat dan unik,” kata arsitek dan desainer interior Sigit Antoro dari konsultan SA+ (Jakarta), dalam sebuah wawancara dengan HousingEstate beberapa waktu yang lalu. Sekaranglah saat melakukannya. Mumpung Lebaran masih 1,5 bulan lagi. Berangkat dari esensi Idul Fitri, yaitu kembali ke fitrah atau terlahir baru lagi sebagai manusia, konsep yang sama juga bisa diterapkan di interior. Kita bisa membuat kesan ruang yang lama menjadi baru tanpa harus mengganti semua dengan barang baru. Sigit  menyarankan penataan dua ruang utama yang kerap menjadi pusat kegiatan berkumpul para tamu di hari raya. Yaitu, ruang tamu dan/atau ruang keluarga.

Ruang Tamu

Ruang tamu adalah tempat singgah pertama para tamu. Kita dapat mengganti kain gorden yang polos dengan motif floral atau mengganti kap lampu hias dengan warna atau motif baru. Pemakaian elemen dekorasi dari kaca atau kaca cermin dapat memberikan kesan baru dan lebih modern seperti vas kaca, jam dinding, bingkai-bingkai foto dan meja kopi.

Sofa tidak harus diganti yang baru, cukup tata ulang peletakannya dan ganti sarung bantal (cushion)-nya dengan warna atau motif baru agar lebih cerah. Tambahkan tempat duduk ekstra berupa bangku mungil pouf (stool) atau bangku panjang (bench) yang mudah dipindah-pindah saat diperlukan. Tempat duduk itu bisa menampung lebih banyak tamu tanpa memberi kesan sempit pada ruang. Puff juga bisa menjadi furnitur multifungsi, tempat meletakkan nampan kayu sehingga menjadi semacam meja kopi kecil.

Pengecatan ulang ruangan dapat disesuaikan dengan selera. Sebaiknya ada warna hangat yang ditampilkan sebagai aksen.​ Perhatikan keseimbangan antara warna netral yang menjadi latar dan warna hangat yang menjadi aksen dengan komposisi 70:30. Artinya warna aksen cukup dimunculkan 30 persen dari keseluruhan warna dinding yang disaput warna netral.

Meja Camilan

Berkumpul bersama keluarga tak lengkap tanpa hidangan kue-kue kering sebagai camilan. Siapkan meja kopi atau meja konsol untuk memusatkan hidangan camilan bagi tamu. Ciptakan satu sudut penyambutan sebagai pusat perhatian di ruangan. Tata kue kering dalam wadah toples transparan atau biarkan dihidangkan terbuka dalam piring cantik. Letakkan pot berisi rangkaian bunga hidup kesukaan keluarga atau dedaunan yang berukuran kecil dan cukup layak diletakkan di atas meja. Lengkapi dengan lampu meja berukuran sedang yang ditaruh berdampingan dengan pot tanaman dan tatanan kue kering agar bias cahaya menambah kesan hangat. Untuk sentuhan lebih personal, hiasi meja dengan koleksi kain bermotif serupa selendang atau pashmina yang serasi dengan tampilan sofa.

Ruang Makan

Kita dapat melakukan perubahan bentuk meja makan agar tampil lebih segar. Misalnya, memilih bentuk meja oval yang lebih berkesan ergonomis. Pada ruangan kecil disarankan memakai meja makan berkaki ramping yang tampak ringan atau kaki single di tengah meja agar tidak memberi kesan berat dan penuh. Kursi pilih yang memiliki sandaran punggung rendah atau dikombinasi dengan bangku tanpa sandaran seperti di warung, agar ruangan tidak terkesan tertutup dan sempit.

Jika perlu, ganti kain pelapis jok kursi makan untuk menciptakan suasana baru. Hindari penggunaan taplak meja berwarna terang (yang sebaliknya bisa diterapkan dalam pemilihan vas bunga). Tampilan ruang makan akan lebih cantik dengan elemen tanaman dan atau vas bunga yang hidup. Hindari penggunaan tanaman sintetis. Gantungkan cermin berbingkai pada salah satu dinding ruang makan dan tambahkan lampu gantung dengan cahaya berwarna kuning yang menyorot ke meja makan. Sorotan cahaya ke atas meja makan akan memberi nuansa hangat yang lebih terfokus, tampilan hidangan juga jadi lebih menggugah selera.

Tips

Paduan Warna Dan Soft Furnishing

Untuk memadupadankan warna dan aneka elemen dalam interior disarankan berpegang pada prinsip keserasian. Ada dua pilihan, bisa serasi kontras ​atau serasi kontekstual. Pilih mana yang lebih sesuai dengan mood dan karakter yang ingin ditampilkan. Serasi kontras lebih memberi kebebasan dalam padu padan dan nuansa kreatif eklektik. Sementara serasi kontekstual memberi nuansa lebih dewasa, tenang dan aman.

Pilihan skema warna natural seperti putih, abu-abu, cokelat, dapat dipadukan dengan aksen warna biru atau hijau. Tampilan yang segar dapat membuat keluarga dan kerabat nyaman berkunjung. Warna-warna ini tidak harus diterapkan pada elemen dinding, tetapi bisa pada elemen dekoratif seperti sarung bantal berwarna biru dan tanaman hijau dalam pot di sudut ruang.

Soft furnishing meliputi tirai, taplak, sarung bantal, bisa dimainkan dengan padu padan motif dan warna yang berbeda agar nuansanya lebih istimewa. Karena sifatnya temporer dan bisa diganti-ganti, kita bisa memanfaatkan koleksi kain tenun atau batik sebagai taplak, serta selendang kecil sebagai pengait tirai. Pilih motif dan warna yang sesuai dengan tema yang dipilih dan barang-barang yang sudah ada. Jika berencana mengganti kain tirai, pilih warna netral agar mudah berpadu padan dengan aksen kain yang ingin ditampilkan dan tidak mudah bosan.