HousingEstate, Jakarta - Sebagian dari Anda mungkin penganut slogan “dibuang sayang”. Biasanya itu berlaku untuk perabot rumah yang telah lama dimiliki tapi sayang dibuang begitu saja.

Memang, ada baiknya Anda menggunakannya lagi untuk fungsi lain atau meningkatkan kualitas fungsinya sehingga lebih bermakna. Dengan begitu Anda telah mengelola sampah dengan prinsip 3R (reuse, reduce, recycle-menggunakan kembali, mengurangi, mendaur ulang).

Tak perlu bingung memulainya. Berikut tips dari IKEA, gerai furnitur asal Swedia, tentang bagaimana mengolah perabot lama menjadi baru atau menghadirkan fungsi baru.

 

Kap lampu dari koran

Memberi sentuhan pribadi kap lampu kertas sangat menyenangkan dan awal yang baik untuk memulai bila Anda belum pernah mendaur ulang. Cobalah dengan memanfaatkan lembaran surat kabar lama yang ditempelkan dengan lem pada bagian kap lampu.

Mendaur ulang meja makan

Sering dipukul berulang-ulang, terkelupas, bernoda atau dicorat-coret anak-anak, meja tua di ruang makan bisa diperbaharui dengan cat. Pertama bisa dilapisi pasir, kemudian dicat sesuka Anda. Gunakan selotip untuk membantu melukis garis-garis lurus sempurna pada meja sebagai aksen warna. Anda juga bisa menempelkan jenis selotip kertas Jepang yang warna-warni atau bermotif pada meja untuk menyelesaikannya lebih cepat.

Daur ulang tangga

Ada langkah sederhana memanfaatkan tangga lama atau sisi rak buku yang direkatkan ke dinding sebagai unit penyimpanan. Di tangga bisa diselipkan kantong, dari dua kain lap (handuk teh/tea towel) yang dijahit menyatu lalu diikat ke anak tangga untuk menciptakan tempat simpan yang unik. Anda juga bisa membuat taman vertikal dalam ruangan dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai pot tanaman yang dikaitkan pada batang horizontal tangga.

Membuat fitur dinding

Anda cuma butuh lima menit untuk membuat fitur dinding ini. Cara menyenangkan menampilkan sekaligus menyimpan koleksi majalah, katalog, surat kabar, atau buku anak-anak adalah dengan menggantungnya. Ambil gantungan baju dari logam bekas laundry, lalu cantolkan pada pengait yang ditempelkan ke dinding. Taruh majalah atau koran pada sisi mendatar gantungan. Bentuk konfigurasi menarik dari susunan gantungan itu, dan tambahkan beberapa kertas kado dengan cetak grafis yang kuat untuk aksen di dinding.

Lemari penyimpanan berkarakter

Kabinet dapur dinding dan satu set laci anak-anak bisa difungsikan kembali untuk penyimpanan di ruang makan. Di balik pintu lemari bisa ditambahkan pengait dan keranjang untuk tempat penyimpanan ekstra. Tampilan dalam lemari dilapisi koran bekas untuk memberi karakter vintage sekaligus menutup noda atau kotoran yang mungkin membekas. Cat ulang lemari dengan palet warna yang sama dengan dinding untuk menyatukan dan menciptakan kesan yang kuat dalam ruangan.

Sumber : Majalah Housing Estate