HousingEstate, Jakarta - Tren rumah yang makin kompak dengan luas terbatas menuntut kita pandai mengelola ruang dan mengorganisasikan barang-barang di dalamnya. Jika tidak, rumah terlihat berantakan sehingga tidak nyaman dihuni dan tidak sedap dipandang.

“Kerapian  mengorganisasi aneka barang itu juga memudahkan kita ketika suatu saat  membutuhkannya. Tidak perlu banyak buang waktu mencarinya,” kata Bayu Fristanty dari Rapi-Rapi Professional Organizer, sebuah perusahaan jasa pengorganisasian interior rumah di Jakarta, kepada housing-estate.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ada empat langkah yang bisa dilakukan untuk membuat hunian terlihat lebih rapi. Pertama, review and assess, yakni memahami perilaku dan rutinitas kita. Pilih ruang mana yang akan dirapikan terlebih dulu dan buat skala prioritas barang yang akan dirapikan.

Kedua, group and sort, dengan mulai memilah, memilih dan menyortir semua barang dan mengelompokkannya sesuai fungsi.

Ketiga place it, memberikan tempat yang layak bagi setiap barang.

Keempat maintain, mempertahankan sistem yang sudah kita buat sehingga isi rumah tetap rapi.

Bayu mengingatkan untuk bersikap realistis terhadap suatu barang. Ia menyarankan memilah  barang yang perlu dibuang, yang masih bisa dimanfaatkan, didaur ulang, dijual atau didonasikan.

“Jangan sampai barang yang tidak dipakai tetap disimpan yang pada akhirnya menganggu ruang gerak kita. Ingat, rumah yang berantakan berpotensi menjadi polutan, menjadi sarang penyakit karena menjadi tempat berbiaknya tikus, kecoa, nyamuk dan lain-lain,” jelasnya.

 

Metode KonMari

Ahli bebenah rumah asal Jepang, Marie Kondo, yang telah mendunia lewat buku laris “The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing” dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Bentang Pustaka dengan judul serupa, memiliki metode ampuh yang disebutnya KonMari.

Ia tak lagi menggunakan cara lama memisahkan mana barang yang akan dipakai sehari-hari dan tidak, melainkan hanya menyimpan benda yang membuat kita senang. Melalui buku berikutnya “Spark Joy”, Kondo mengilustrasikan lebih komprehensif seni beres-beres barang yang lebih spesifik dari dapur dan kamar mandi hingga koleksi hobi yang mampu memercikkan kegembiraan di rumah.

Beberapa rumus KonMari yang bisa diterapkan dalam bebenah rumah:

1. Simpan yang membuat senang

Langkah pertama merapikan rumah adalah mengurangi. Putuskan benda-benda di rumah yang harus dibuang atau didonasikan, dan simpan hanya barang yang membuat Anda senang. Ya, Kondo meminta Anda menanyakan setiap barang yang dipilih, apakah benar-benar memberi kebahagiaan dengan menyimpannya. Metode ini sangat efektif ketika memilah pakaian, terkadang keterikatan kita sangat dangkal hanya karena harganya yang mahal atau memiliki memori, lantas menyimpannya memenuhi lemari tanpa memakainya lagi. Bagi Kondo, itu tidak termasuk memercikkan suka cita (spark joy). Pada akhir dari proses ini, mungkin Anda hanya menyimpan sedikit barang yang sangat disukai sehingga memudahkan penyimpanannya, lebih rapi serta menyisakan ruang yang lebih lega dan enak dipandang.

2. Rapikan sesuai kategori, bukan lokasi

Mulailah mengurutkan dan membersihkan barang-barang di rumah berdasarkan kategori, bukan satu per satu ruang atau lokasi. Alasannya, barang yang sama mungkin berada pada beberapa lokasi di rumah. Misalnya, Anda memulai dari kategori pakaian, maka seluruh barang yang berhubungan dengan pakaian dari seluruh ruang di rumah harus dikumpulkan dalam satu tempat, lalu dipilah sesuai langkah nomor 1. Kerjakan sekaligus saran Kondo, jangan menunda satu ruang pun. Setelah pakaian, kategori selanjutnya yang mudah dibereskan adalah buku, lalu dokumen kertas, baru benda-benda lainnya.

3. Setiap barang ada tempatnya

Setelah melakukan pemilahan, rancang atau bayangkan tempat penyimpanan  masing-masing barang. Ini paling penting untuk menghindari rumah kembali berantakan. Idealnya ketika kita menaruh dan mengambilnya dengan mudah, maka begitu juga saat kita menyimpannya kembali setelah digunakan. Disiplin mengembalikan barang pada tempatnya menjadi kunci bertahannya kerapian. Karena itu harus dipastikan setiap barang memiliki tempatnya masing-masing. Jangan terpicu membeli tempat penyimpanan baru, tapi gunakan yang sudah ada.

4. Jangan ditumpuk, tata vertikal

KonMari menyarankan sebagian besar pakaian disimpan dalam kondisi terlipat kompak sehingga mengurangi kekusutan saat hendak dipakai. Ia mempunyai metode melipat pakaian yang efektif untuk bisa disimpan di laci-laci atau lemari secara vertikal (berdiri), bukan ditumpuk seperti yang biasa kita lakukan. Metode vertikal akan memudahkan pencarian barang ketika diperlukan karena semua terlihat dan tidak ada barang yang tertindih di bagian paling bawah. Berlaku juga untuk penyimpanan buku. Bahkan, Kondo menyimpan notebook atau laptop dalam kondisi vertikal seperti deretan buku.

5. Tata sesuai warna

Satu lagi metode KonMari yang berefek psikologis adalah, menata segala sesuatu terutama pakaian berdasarkan kesamaan warna dari gelap ke terang. Untuk pakaian yang harus digantung di lemari, ia menyarankan mengurutkannya dari kiri ke kanan dari warna gelap ke terang, dan dari pakaian yang panjang ke pakaian yang lebih pendek. Menurutnya, tatanan seperti itu mampu menghadirkan perasaan yang gembira.

Sumber : Majalah Housing Estate