HousingEstate, Jakarta - Di tengah kondisi perekonomian nasional yang belum menggembirakan, dan pasar properti yang belum pulih seperti 5-6 tahun lalu, Bank Mandiri  tahun 2017 berhasil membukukan pertumbuhan penyalurah KPR  dua digit, sebesar 10,5 persen. Jadi, jika per 31 Desember 2016 total KPR yang disalurkan untuk  residensial sebesar Rp35,8 triliun, maka per 31 Desember 2017 naik Rp3,9 triliun menjadi Rp39,7 triliun.

Pada 2018 ini  sejalan dengan  makin membaiknya pasar properti residensial, Bank Mandiri  akan menggebrak pasar  dengan menetapkan pertumbuhan KPR  sebesar 23 persen menjadi Rp49,01 triliun. Adapun progresnya hingga akhir Maret lalu  bank plat merah terbesar di tanah air  ini sudah berhasil menyalurkan KPR sebesar Rp40,5 triliun atau tumbuh  11,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Saat ini kami berada di posisi ketiga dalam penyaluran KPR setelah Bank BTN dan Bank BCA. Kami optimistis dalam waktu yang tidak lama lagi posisi kami akan mendampingi Bank BCA,” ujar Ignatius Susatyo Wijoyo, Executive Vice President Consumers Loans Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Hanya 25 menit

Per April 2018, sebesar 55 persen dari nasabah yang menggunakan fasilitas KPR Bank Mandiri membeli rumah segmen menengah ke atas dengan luas bangunan di atas 70 m2, selebihnya 45 persen segmen menengah bawah yang membeli hunian dengan luas bangunan di bawah 70 m2. “Jadi berdasarkan data itu kami tidak hanya berkonsentrasi membiayai rumah menengah atas, tapi juga rumah untuk kelas menengah,” tegas Satyo.

Kemudian untuk mencapai target pertumbuhan KPR 23 persen, Bank Mandiri berusaha menghilangkan stigma yang berkembang selama ini bahwa jika menggunakan fasilitas KPR dari bank pamaeirntah prosesnya lama, minimal lima hari kerja atau bahkan berminggu-minggu, berbelit-belit, dan bolak-balik ke bank untuk melengkapi berkas.

Salah satu strategi Bank Mandiri ke depan untuk menghilangkan stigma itu  adalah dengan menerapkan layanan Same Day Approval di seluruh kantor cabang yang melayani KPR Mandiri. Layanan Same Day Approval itu sudah sukses diterapkan di Mandiri Property Expo 2018 yang berlang di Jakarta Convention Center (JCC) 5-13 Mei 2018 lalu. Di pameran yang dilaksanakan oleh Bank Mandiri yang bekerjasama dengan DPD REI DKI Jakarta dan PT Debindomulti Adhiswasti ini berhasil diproses 311 aplikasi  KPR hingga approve senilai Rp218 miliar.

Bahkan di pameran itu Bank Mandiri  berhasil menerapkan layanan KPR dengan waktu hanya 5 x 5 menit  (25 menit).  Konsumen cukup menyerahkan dokumen  yang ada di dompet, yaitu KTP, NPWP, dan nomor rekening konsumen. Sementara dari developer yang rumahnya  tela di-booking  cukup menyerahkan surat pemesanan rumah.

Setelah menyerahkan dokumen dan menunjuk calon rumah yang mau dibeli, tim dari Bank Mandiri yang menangani verifikasi Dokumen, verifikasi Income, Mandiri CLIC, dan pemutus kredit, langsung memprosesnya. Pada saat tim bekerja, secara online performa keuangan nasabah yang bersangkutan dicek juga ke Otoritas Jasa Keuangan (Dahulu BI Cheking).

Di sela-sela menunggu tim melakukan proses, calon nasabah dipersilahkan menikmati kopi bersama keluarga atau teman di Gerai Bank Mandiri. Dalam jangka 25 menit calon nasabah tadi langsung memperoleh persetujuan prinsip atau bisa secara real time dikirimkan melalui SMS atau email. “Jadi memproses KPR sekarang sudah sama dengan menyajikan kopi,” tambah Susatyo.

Menurut mantan Dirut PT Mandiri Tunas Finance tersebut,  selama ini yang bikin lama proses pengajuan KPR karena kantor dari tim yang memproses KPR itu tidak di satu tempat. ”Proses aplikasi kredit  secepat ini sudah saya terapkan di PT Mandiri Tunas Finance untuk proses kredit mobil. Kredit untuk mobil saja saya berani, apalagi untuk KPR rumah. Nilai rumah yang dibiayai  setiap tahun naik 10-15 persen,” tambahnya.

Setelah sukses diaplikasikan di Mandiri  Property Expo 2018, secara bertahap Layanan Secepat Menyajikan Kopi ini akan diterapkan di kantor-kantor cabang yang melayani KPR. Untuk tahap awal diterapkan di Kantor Cabang  Cibubur, BSD, dan Selatan Jakarta.  “Layanan Same Day Approval akan terus kami  aplikasikan terhadap seluruh pengajuan KPR khususnya melalui developer ungguan Bank Mandiri. Infrastruktur yang melayani  Same Day Approval sedang dibangun,” tuturnya.

KPR Berjenjang

Sementara untuk pengembangan market baru, Bank Mandiri sedang menyiapkan KPR Berjenjang yang diperuntukkan  kaum milenial yang bekerja di perusahaan bonafid. Potensi pasar milenial itu cukup tinggi. Sebagai contoh, kalau dari lima perguruan tinggi terkemuka di tanah air saja setiap tahun menghasilkan 10.000 sarjana, maka potensi pasarnya setiap tahun minimal separuhnya, atau  5.000 orang.

Bagaimana cara mengaplikasikannya?. Jika gaji seorang calon debitor milenial yang sudah bekerja tiga tahun dengan gaji misalnya Rp8 juta dan diasumsikan kemampuan mencicil rumah 40 persen dari gaji, maka cicilan untuk tahun pertama sebesar Rp3,2 juta per bulan. Dengan gaji sebesar Rp8 juta itu, Bank Mandiri berani membiayai KPR rumah berharga Rp720 jutaan. Untuk yang bergaji Rp10juta sebulan rumahnya yang dibiayai bisa Rp900 juta, dan yang bergaji Rp6 juta  rumah yang dibiayai berharga Rp500 jutaan.

Untuk cicilan tahun berikutnya  dinaikkan sesuai dengan gajinya, dan begitu seterusnya setiap tahun cicilan naik. Kalau si debitur sudah berusia 30 tahun dengan posisi manager, gajinya sudah bisa Rp30 juta. Kalau gaji sudah sebesar itu, berarti cicilannya bisa dinaikkan  menjadi Rp12 juta per bulan atau 40 persen dari gaji.

Kemudian tentang uang muka atau down paymen (DP) yang selama ini sering menjadi kendala konsumen milenial, Bank Mandiri bekerjasama dengan developer yang sudah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) bisa memberikan DP ringan sebesar 5 persen dari harga rumah  dan dapat dicicil, misalnya 12 atau 15 bulan. Bank Mandiri juga melayani pembelian rumah  rumah bersubsidi dengan DP sangat ringan  mulai 1 persen. “KPR berjenjang ini rencananya akan kami luncurkan bulan Juli 2018,” ungkap alumni Magister Management Prasetiya Mulya ini.

Dekat stasiun

Susatyo menyarakan kepada para calon konsumen jika beli rumah yang berlokasi dekat stasiun. Tujuannya adalah untuk memudahkan mobilitas dari tempat tinggal menuju tempat kerja. Kalau rumah yang dibeli misalnya di Bogor dan berkantor di kawasan Jl Jend.  Sudirman, Jl MH Thamrin, atau di kawasan Harmoni,  maka jika dari rumah ke kantor naik kereta komuter hanya membutuhkan waktu satu jam. “Naik kereta bagi anak-anak milenial sekarang sudah mulai menjadi life style karena kondisi lalulintas yang makin macet,” terang alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada tahun 1993 itu.

Sedangkan jika calon konsumen akan membeli apartemen disarankan memilih apartemen yang  dekat kantor sehingga dari apartemen ke kantor cukup jalan atau naik Trans Jakarta. Disarankan juga, jika membeli rumah atau apartemen pilihlah proyek yang dikembangkan oleh developer yang memiliki rekam jejak baik, serta prospek kawasannya juga bagus, sehingga dari sisi investasi pun prospektif.

Bunga superpromo

Selain mempercepat layanan serta pengembangan segmen market baru ke kaum milinial, Bank Mandiri juga menawarkan suku bunga yang kompetitif. Bagi karyawan yang payroll gajinya melalui Bank Mandiri, selain memperoleh suku bunga superpromo juga memperoleh DP 5 untuk pembelian hunian pertama, jika rumah tapak luas bangunannya di bawah atau sama dengan 70 m2, sedangkan untuk apartemen tipe studio 21 m2 semi gross. Saat ini Bank Mandiri menawarkan bunga superpromo 5,55 persen untuk dua tahun pertama dan 6,55 persen untuk tiga tahun berikutnya.