HousingEstate, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) kembali menyalurkan pembiayaan untuk bank pembangunan daerah (BPD). Dana yang disalurkan kali ini cukup besar yang akan digunakan untuk pembiayaan KPR senilai Rp1,5 triliun kepada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).

“Ini merupakan fasilitas kedua yang yang disalurkan SMF kepada Bank BJB dari sebelumnya sebesar Rp200 miliar yang sudah kita salurkan pada akhir tahun 2017 lalu. Ini juga merupakan komitmen kami untuk memperluas jangkauan pembiayaan program satu juta rumah khususnya untuk BPD di daerah sehingga akan semakin banyak BPD yang menyalurkan pembiayaan perumahan,” ujar Heliantopo, Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, dalam siaran pers yang diterima housing-estate.com, Kamis (21/6).

SMF merupakan perseroan yang 100 persen dimiliki pemerintah yang didirikan untuk mengembang special mission vehicle untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. SMF menyalurkan dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan melalui perbankan maupun lembaga pembiayaan sehingga bisa memperluas akses terhadap sumber dana murah jangka menengah-panjang untuk pembiayaan perumahan.

Penyaluran dana ini  diharapkan bisa menjadikan BPD sebagai pelopor untuk mendukung perluasan jangkauan pembiayaan perumahan di seluruh Indonesia. Bank BJB juga memperlihatkan peningkatan volume cukup besar dan saat ini termasuk peringkat 12 dari 115 bank nasional. Hingga saat ini SMF telah bekerja sama dengan 27 BPD untuk pembiayaan, pendampingan dan pelatihan penyaluran KPR.

“Dengan semakin banyaknya lembaga pembiayaan yang menyalurkan pembiayaan untuk rumah murah, kami yakin program sejuta rumah akan terus membesar. Kesempatan untuk meraih pendanaan yang lebih besar melalui pasar modal maupun instrument lainnya juga akan terus membesar sehingga akan semakin banyak lagi dana yang bisa disalurkan untuk perumahan,” jelasnya.

Hingga awal Juni 2018 SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR sebesar Rp41,7 triliun. Angka ini ini terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp10,15 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp31,62 triliun.