HousingEstate, Jakarta - Produk bahan bangunan berkembang pesat dalam 1,5 dekade terakhir baik  kuantitas maupun jenisnya. Kayu makin sukar didapat, muncul baja ringan, fiber semen dan kayu laminasi selain gipsum sebagai alternatif. Bata merah kian langka, orang pun menawarkan beton beraerasi sebagai pengganti. Semen konvensional sulit memenuhi tuntutan dunia konstruksi yang ingin serba praktis, cepat, dan efisien, adukan semen (mortar) instan pun menjadi solusinya.

Namun di tengah perkembangan pesat itu, sejumlah produk tetap bertahan sebagai yang terbaik di segmen masing-masing. Salah satunya genteng keramik Kanmuri dan lantai kayu Gracewood keluaran PT Satya Djaya Raya Trading Coy (Lyman Group). “Sampai sekarang Kanmuri masih menjadi genteng keramik premium terbaik di Indonesia. Pabrik kita di Balaraja (Tangerang, Banten) bisa memproduksi 3,6 juta keping keramik per bulan,” kata John SL Chang, General Manager PT Satya Djaya Raya Trading Coy. Begitu pula Gracewood, sampai saat ini menjadi satu-satunya produk lantai kayu (parket) yang terbuat dari kayu.

Bagaimana Kanmuri dan Gracewood bisa bertahan sebagai produk terbaik? Bagaimana sebaiknya konsumen memanfaatkan bahan bangunan dan merespon perkembangan produk bahan bangunan itu? Pria kelahiran Sukabumi 1953 yang sudah puluhan tahun bekerja di Lyman Group ini menjelaskannya kepada Yoenazh Khairul Azhar, Andrian Saputri, dan fotografer Susilo Waluyo dari HousingEstate di kantornya di BNI City, Jalan Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu.    

 

Bagaimana perkembangan produk bahan bangunan di Indonesia saat ini?

Sangat berkembang baik dari sisi jenis, kualitas maupun kuantitas. Tapi, untuk genteng keramik dan lantai kayu, kita masih yang terdepan. Kita terus berinovasi mengikuti perkembangan pasar dan tren tanpa mengabaikan kualitas. Realibilitiy and quality is our business. Realibility artinya bisa diandalkan dan dipercaya, baik produk maupun suplainya. Genteng kita dibakar dalam suhu 1.100 derajat celcius, glazurnya tidak boleh terkelupas, warnanya tidak pudar. Kita menawarkan value, bukan harga murah. Atap itu kalau main di harga, nanti jatuhnya justru jauh lebih mahal karena sering diperbaiki, diganti, atau bahkan direnovasi total.

 

Bagaimana dengan aplikasinya?

Produk sudah bagus tapi aplikasinya tidak benar, atap akan bocor juga. Karena itu kita juga memberikan guidance tata cara pemasangan sesuai kondisi dan cuaca di negara ini dan dukungan produknya. Misalnya, cuaca di sini membuat karpusan (plesteran semen di puncak atap atau nok) suka retak. Saat hujan lebat, atap pun bocor. Dari situ kita bikin lapping tile, genteng sayap yang bisa dibelah dua (untuk menutup area karpusan). Di atasnya baru dipasang genteng nok. Selain tidak bocor, atap juga tampak indah dan bersih dari tampilan adukan semen. Contoh lain, orang biasa pakai seng untuk membuat talang jurai (yang mengalirkan air pada atap berbentuk perisai). Seng mudah berkarat dan bolong sehingga saat hujan atap pun bocor. Kita tawarkan valley tile sebagai solusi. Pembuatan talang jurai tetap pakai seng, tapi diletakkan di bawah valley tile. Jadi double protection. Agar genteng potongan pada talang jurai tidak lepas karena tidak terkait dengan reng yang juga menyebabkan atap bocor, valley tile kita lengkapi dengan double tile. Talang jurai pun rapi dan indah. Semua itu merupakan inovasi dan edukasi kita ke pasar, sekaligus upaya menggali keunggulan produk dari sisi estetika. Genteng itu kan mahkota. Kalau bagus gentengnya, rumahnya juga ikut bagus. Masih banyak inovasi lain yang kita lakukan sehingga genteng kita paling lengkap produknya.

 

Termasuk genteng keramik full flat itu?

Awalnya kita punya genteng Espanica (bergelombang) dan Milenio (lengkung ke bawah). Tapi, tren desain rumah berubah (menjadi modern simpel atau modern minimalis). Banyak yang mau gentengnya flat. Selama ini genteng flat baru ada (dari) beton. Karena itu tahun lalu kita ekspansi menawarkan genteng keramik full flat. Perlu persiapan 1,5 tahun untuk bisa membuatnya. Investasinya juga cukup besar. Sekarang hanya kita yang punya genteng keramik dengan tiga profil itu.

 

Bukannya genteng keramik lain juga ada yang flat?

Kita genteng keramik berglazur (dilapisi coating dengan finishing mengilat atau teduh). Pembuatannya dengan dibakar dalam suhu 1.100 derajat celcius. Jadi tahan cuaca karena warna dan glazurnya menyatu dengan bahan utama gentengnya. Kayak keramik kuno yang terkubur ratusan tahun itu. Setelah digali dan dibersihkan, akan mengilap lagi. Kalau dicat (supaya harganya lebih terjangkau), sebentar saja warnanya sudah pudar. Ada juga (produsen genteng berglazur) yang menjadikan genteng aksesoris jadi genteng semiflat. Suplainya sangat terbatas. Kalau orang butuh 100 ribu keping, dia apa bisa suplai? Selain itu banyak genteng kalau dipasang deformasi, tidak pas. Kita sudah sejak dari adonan kualitasnya kita jaga sebelum dicetak (forming), dikeringkan (drying), diglazur (glazing) dan dibakar (firing). Kehalusan tanah liatnya kita perhatikan, ada rasionya. Gentengnya kita lihat dulu deformasi atau tidak, baru diglazur dan dibakar. Pokoknya kalau bicara genteng keramik berkualitas, ya Kanmuri. Sekali pakai untuk selamanya, tidak perlu gonta-ganti. Kanmuri membuat rumah anda lebih indah dan lebih bernilai.

 

Kesalahan yang umum dilakukan konsumen?

Pemasangan. Di luar negeri untuk pemasangan genteng misalnya, orang punya sertifikat. Di sini pemasangan oleh tukang yang nggak ada sertifikat. Jadi, hasilnya sangat tergantung tukangnya. Kalau workmenship-nya bagus, hasilnya bagus. Kalau tidak, ya tidak. Misalnya, jarak reng direkomendasikan 267 mm, tapi mereka pasang 270 atau 265. Itu dari bawah nggak kelihatan tapi berpengaruh terhadap fungsi genteng. Misalnya, rengnya 270 mm, overlapping (tumpang tindih antar) gentengnya jadi kurang panjang. Sebaliknya kalau 265 mm, susah masang gentengnya dengan pas. Akibatnya sistem double interlock (penguncian ganda)-nya tidak berfungsi dengan baik melindungi rumah. Kalau hujan lebat dan angin, atap rembes atau bocor. Padahal, gentengnya sudah bagus. Bisa juga aksesoris atau speknya dikurangi untuk menekan biaya. Butuh sekrup empat, yang dibeliin hanya dua. Tebal rangka atau besi hollow-nya harus 0,6 mm, yang dipasang 0,4. Setelah ditutup genteng, nggak kelihatan. Padahal semua itu nanti bisa menimbulkan masalah.

 

Kenapa kesalahan pemasangan itu selalu berulang?

Sebetulnya semua tukang dan mandor sudah tahu cara pemasangan genteng yang benar. Tapi, ada tukang dan mandor yang workmewnship-nya bagus dan mau terus belajar walaupun tidak lulus SD, ada juga yang tidak meskipun pendidikannya sudah tinggi. Mereka tidak mau memperhatikan manualnya. Kalau ditanya kenapa, mereka bilang, sudah begitu kebiasaannnya. Kalau nanti atapnya bermasalah, sanksinya juga tidak ada. Konsumen (pemilik rumah) pun tidak rajin kontrol dan tidak paham. Padahal kalau rajin kontrol, pemborong atau tukang juga akan teliti dan hati-hati. Penutup atap itu jangan mengejar murah, tapi kualitas, karena kalau nanti bermasalah, perbaikannya bisa jauh lebih sulit dan mahal.

 

Ada semacam edukasi kepada konsumen atau tukang?

Kita tidak hanya menjual produk tapi juga menyediakan technical assistant. Kita tidak bosan-bosannya memberikan informasi dan edukasi seluas-luasnya melalui berbagai saluran termasuk media massa. Kalau ada gambar (rancangan atapnya), kita bisa bantu kasih hitungan kebutuhan genteng dan aksesoris serta rekomendasi pemasangannya. Untuk rumah yang dibangun developer lebih gampang, karena mereka punya arsitek (untuk mendiskusikan rancangan atap, kebutuhan genteng dan teknis pemasangannya). Kita bahkan mengadakan pelatihan-pelatihan tukang di proyek-proyek developer di berbagai kota. Untuk rumah individu kan sulit melakukannya. Karena itu untuk rumah pribadi, tolong hubungi kita kalau perlu bantuan. Di katalog ada nomor kontak kita. Semua informasi teknis terkait pemasangan genteng ada di katalog. Bisa juga dilihat di website kita. Yang jelas, tentukan dulu mau pakai genteng yang mana dan rangkanya apa, baru bicara desain dan konstruksi atapnya. Jangan rangka sudah terpasang baru mikir gentengnya. Kalau pakai Espanica, jarak rengnya harus 260 mm, Milenio 267 mm, Full Flat 280 mm.

 

Berapa beda harga Kanmuri dengan genteng beton termahal?

Paling Rp50 ribuan per meter persegi (m2). Sementara ketahanan genteng keramik jauh lebih lama. Jadi secara keseluruhan harga genteng keramik jauh lebih murah. Genteng itu bahan bangunan terpenting di sebuah rumah karena melindungi semua yang ada di bawahnya. Kalau atap bocor, apa tidak kacau lantai, dinding, perabot dan lain-lain di bawahnya? Dari total biaya rumah, biaya atap itu berapa persen sih? Jadi kenapa harus dihemat-hemat? Justru harus dinomorsatukan. Pilih yang berkualitas, yang tahan lama, dan dipasang dengan benar. Genteng keramik juga menepis panas, membuat ruangan di bawahnya lebih adem. Jadi tidak perlu lagi pemasangan layer alumunium foil. Beda suhunya dengan ruangan yang atapnya genteng beton bisa 2–3 derajat. Itu untuk AC signifikan (pengurangan pemakaian listriknya). Apalagi, sistem baru genteng Kanmuri sekarang dengan roof components seperti ridge tree, ridge beam, dan figaroll plus, memungkinkan pemasangan nok tanpa karpusan semen sama sekali. Atap pun bisa bernafas (breathable roof), mengalirkan udara dari plafon ke luar rumah dan sebaliknya. Udara di rumah pun makin sejuk. Bahwa kebanyakan developer tetap memilih genteng beton karena mereka jual rumah massal, bicara omzet. Secara keseluruhan perbedaan harga itu bagi mereka signifikan.

 

Saran kepada konsumen?

Pilih value, jangan harga. Itu berlaku untuk semua bahan bangunan. Genteng paling utama karena menentukan bahan bangunan di bawahnya. Kalau milih-nya tidak tepat, you akan menyesal selamanya karena perbaikan atap paling susah. Rumah kan bukan bicara 1–2 tahun tapi selamanya. Banyak baca media (sebelum memilih bahan bangunan). Perhatikan aturan pasangnya. Konsumen juga perlu faham. Kalau belum juga mengerti, hubungi kita. Bahkan, kita bisa kirim orang. Pengerjaannya juga dikontrol, jangan serahkan tukang saja. Terhadap bahan bangunan baru yang masuk ke sini, lihat  apa memang cocok untuk iklim Indonesia sebelum memilih.

 

Serupa dengan Kanmuri, menurut John, pemasangan Gracewood juga menunjukkan kelas rumah dan menaikkan nilainya. Bahan bakunya sepenuhnya kayu yang dikupas, kemudian di-press dan diberi veneer dari jenis kayu yang keras di lapisan teratas. “Kita satu-satunya produk lantai kayu yang bertahan selama 20 tahun. Di pasar itu kebanyakan laminated flooring yang murah atau HDF (high density fiber) dan MDF (medium density fiber). Top layer (pelapis teratas)-nya kertas yang di-print seperti kayu, baru ditempelkan. Cocoknya untuk daerah kering. Daerah lembab seperti Indonesia tidak karena lama-lama parketnya akan retak dan pecah,” tuturnya.

Untuk memproduksi Gracewood, Lyman Group punya HPH (Hak Pengusahaan Hutan) dan pabrik plywood sendiri. Pemasangan dialasi PE (polyurethane ethylene) foam dan diberi lem. Tidak disarankan memasang parket langsung di atas lantai karena lantai cenderung lembab. “Kalau lantai terkena cairan, cepat-cepat dikeringkan,” ujar John. Kayu juga  gampang tergores. Sebab itu Gracewood sebaiknya dipasang di area dengan trafik rendah dan jarang diinjak sepatu seperti kamar tidur dan ruang keluarga. Pemindahan perabot di area tidak dengan diseret tapi diangkat. “Bohong kalau ada yang bilang lantai kayunya tahan gores,” kata sarjana dari sebuah universitas di Taiwan itu.