HousingEstate, Jakarta - PT Synthesis Development merambah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dengan mengembangkan proyek Green Synthesis Pontianak di Jalan Gusti Hamzah. Proyek seluas lima hektar (ha) tersebut akan dibangun 224 unit rumah dan sembilan unit ruko untuk menyasar segmen menengah atas.

Menurut Imron Rosyadi, Sales & Marketing GM Synthesis Development, pihaknya menyasar kalangan konsumen mapan yang membutuhkan hunian premium untuk kenyamanan yang maksimal dengan konsep green yang kuat.

“Perumahan ini di-back up 100 persen dengan genset karena suplai listrik di sini masih belum stabil. Fasilitas lengkap dan setiap rumah diberikan satu pohon besar,” ujarnya kepada housing-estate.com saat temu media Syntesis Development di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Green Synthesis Pontianak menawarkan rumah dua lantai dengan bangunan 80-160 m2 dan kaveling 90-200 m2 seharga Rp1,5 miliar-2 miliaran/unit. Tahap pertama diluncurkan 50 unit yang disebut langsung terserap seluruhnya melalui pembelian nomor urut pendaftaran (NUP). Targetnya bulan September 2018 konsumen bisa langsung memilih unitnya.

Berlokasi di pusat kota, Imron menyebut saat ini Green Synthesis Pontianak merupakan hunian dengan harga paling tinggi di Pontianak. Ia optimistis segmen property ini bisa diserap karena kawasan pengembangannya tidak besar dengan lokasi di pusat kota. Ada beberapa segmen yang membutuhkan konsep hunian seperti ini dan itu terbukti dengan NUP yang langsung terserap.

“Yang kita utamakan di  sini lokasinya yang prime dan fasilitas untuk kenyamanan penghuni. Sudah ada yang membutuhkan konsep hunian seperti ini karena ekonomi Pontianak terus membaik. Kebanyakan yang memesan juga warga lokal, artinya pasarnya memang sudah siap,” jelasnya.