HousingEstate, Jakarta - Warga Surabaya kembali boleh berbangga. Pasalnya Ibukota Propinsi Jawa Timur ini baru saja meraih penghargaan di Lee Kwan Yew World City Prize Award untuk kategori Special Mention. Penghargaan ini diberikan oleh Urban Redevelopment Authority (URA) dan Center for Liveable Cities yang semuanya bentukan pemerintah Singapura.

Berkelas internasional, penghargaan diberikan kepada kota-kota yang dinilai kreatif, inovatif dan membangun secara berkelanjutan. Surabaya berhasil meraih penghargaan itu karena dinilai berhasil dalam meningkatkan kualitas kampung-kampung kotanya menjadi lingkungan yang bersih, kondusif dan produktif, melalui Program Peningkatan Kampung Unggulan dan Pahlawan Ekonomi.

Kota berlambang ikan hiu dan buaya ini mendapat nilai tinggi pada faktor kultur, pengelolaan lingkungan kota, UMKM dan partisipasi masyarakat. “Kebanyakan di kota-kota dunia, kampung itu dihancurkan. Tapi, di Surabaya malah dijaga dan dilestarikan dengan diberi fasilitas dasar dan berkemanusiaan dan indah sekali,” kata Sekertaris pelaksana Lee Kwan Yew World City Prize, Ng Lye Hock Larry.

Di acara seremoni pemberian penghargaan tersebut di Singapura, 8 Juli 2018, Larry juga memuji dan mengapresiasi kinerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mempunyai latar belakang pendidikan arsitek dan memanfaatkan ilmunya untuk membangun Surabaya. “Kemampuan Bu Risma sebagai arsitek sangat hebat, membangunan dengan tetap menjaga keutuhan kampung,” puji Larry.

Kota seluas 350,5 km2 (sekitar 35.000 ha) dan berpenduduk 3,3 juta jiwa itu sudah mengikutsertakan diri di ajang dua tahunan itu sejak 2014, dan baru tahun ini meraih penghargaan. Selain Surabaya, ada tiga kota lain yang juga meraih penghargaan di kategori yang sama. Yakni, Hamburg (Jerman), Kazan (Rusia) dan Tokyo (Jepang).

Larry menyampaikan bahwa ketiga kota itu mempunyai keistimewaan masing-masing. Surabaya, sangat serius menjaga perkampungan sebagai bagian dari pengembangan kotanya. “Kazan mempunyai keunggulan menarik karena ratusan tahun dihuni penduduk dari dua agama, 50 persen Islam dan 50 persen umat Kristen. Tokyo adalah contoh kota yang sudah mapan bertahun-tahun dan kemajuannya kian menarik. Sementara Hamburg adalah kota khas di Jerman dan layak menjadi kota terbaik,” jelasnya.

Kazan dulu adalah kota yang memiliki masalah kesehatan lingkungan, kini dikenal sebagai kota olah raga dan kerukunan umat beragama. Kota ini sekarang juga menjadi salah satu kota tempat digelarnya Piala Dunia 2018. Sementara Hamburg dikenal sejak lama sebagai kota pelabuhan yang punya perencanaan bagus. Walikotanya mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, sehingga tingkat partisipasi warganya dalam mendukung pengembangan kota sangat tinggi. Jangan heran warganya mau diajak beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum. Serupa dengan Tokyo yang dikenal sebagai salah satu kota dengan sistem transportasi publik terbaik.

Sumber: Surabaya.go.id & humas kota Surabaya