HousingEstate, Jakarta - Gregorius GunHo dan Bernadetta Ratna Niken adalah suami istri yang kompak. Di berbagai kesempatan selalu datang berdua. Selain sebagai arsitek, keduanya yang sama-sama lulusan Jurusan Arsitektur UGM Yogya ini juga menjadi developer dengan bendera GNA Group. GunHo menjadi direktur utamanya, Niken di banyak proyeknya menjabat komisaris disamping  tetap  memimpin biro arsitek GunHo Niken Architect (GNA).

Sebagai developer GunHo bekerjasama dengan sejumlah investor mengembangkan proyeknya. Proyek satu dengan proyek lain partnernya tidak selalu sama. Skala proyek perumahannya dari ribuan meter persegi hingga 40 ha. Lokasi proyek-proyeknya hampir seluruhnya berdekatan dengan kota-kota baru berfasilitas lengkap.

Misalnya, di sekitar BSD City, kota baru seluas 6.000 ha di Serpong, Tangerang Selatan (Banten), GNA mengembangkan Golden Park (4 ha) di Jl Lengkong Wetan, Golden Park 2 (8 ha) dan Golden Park 3 (15 ha) di Jl Gangga-Suradita.

Di sekitar Summarecon Serpong (700 ha) dan Paramound Serpong (700 ha), mereka mengembangkan Golden Stone (24 ha) di Jl Pusdiklat Pemda (Tangerang), di sekitar Bintaro Jaya (2,321 ha) juga di Tangerang Selatan, mengembangkan Bintaro Mansion di Jl Raya Pondok Aren, Bintaro Park dan Bintaro Park 2 di Jl Kuricang, ketiganya seluas masing-masing kurang dari satu hektar. Lalu di sekitar Lebak Bulus (Jakarta Selatan) mengembangkan Cirendeu Park dan Cirendeu Park 2, dan di dekat Kota Harapan Indah (2.100 ha) mengembangkan Golden City (40 ha) di Jl Kaliabang, Bekasi (Jawa Barat).

Di berbagai proyeknya GNA menawarkan rumah-rumah seharga di bawah Rp2 miliar/unit dengan tipe-tipe rumahnya umumnya sudah tidak diproduksi lagi oleh developer kota-kota baru di dekatnya. Misalnya, tipe 60/60 dua lantai di Golden Park II seharga Rp700-800 jutaan/unit atau tipe 34/60  Rp500 jutaan di Golden Park III  yang sudah tidak dikembangkan lagi di BSD City.

Daya tarik lain proyek GNA terletak pada desain rumahnya yang seluruhnya dirancang GNA Architect. Cirinya bergaya tropical modern, atap berbentuk perisai, memiliki bukaan kaca besar dan dinding depan berbalut homogeneous tile (HT) bercorak marmer, sehingga rumah-rumahnya terkesan mewah. Kemudian pelapis lantainya juga dari HT dan plafonnya tidak flat tapi model cove, menjadikan interior rumahnya juga lebih berkelas dibandingkan rumah-rumah lain yang sekelas.

“Harga kami juga sangat bersaing karena banyak perkerjaan yang dikerjakan sendiri,” katanya. Misalnya, pembuatan site plan, desain rumah, lansekap kawasan, dan pembangunan infrastrukturnya. Dengan strategi seperti itu penjualan proyek-proyeknya berjalan lancer, sehingga belakangan setiap tahun GNA dapat melansir perumahan baru. Misalnya, tahun 2014 memasarkan Golden Park, 2015 Golden City, 2016 Golden Park 2, 2017 Golden Stone, dan 2018 Golden Park 3 yang segera di susul Golden Woods (1,5 ha) dan Golden Hill (12 ha) pada semester dua tahun ini.

“Golden Woods lokasinya di Jalan Raya Serpong, persis di samping Taman Tekno BSD City. Sedangkan Golden Hill di Jalan Pahlawan, Gunung Sindur, yang sudah masuk wilayah Bogor (kendati lebih dekat ke Serpong),” kata GunHo. Karena lokasi Golden Woods sangat dekat dengan BSD City, rumah-rumahnya dirancang di atas Golden Park 2 dan 3. Sementara Golden Hill karena lokasinya lebih jauh, harga rumahnya dirancang di bawah Golden Park 3, mulai dari Rp280 jutaan/unit.

Dengan demikian mulai September 2018 GNA menyediakan rumah di sekitar BSD City seharga mulai dari Rp280 jutaan hingga di atas Rp1 miliar. Apakah tidak tertarik membangun rumah bersubsidi? “Kami akan mencobanya di Bekasi. Sekarang sedang proses pengadaan tanah. Kebetulan partner kami di Bekasi punya pengalaman mengembangkan rumah-rumah di kelas itu,” jawab GunHo.