HousingEstate, Jakarta - PT Sayana Integra Properti (SIP), joint venture Daiwa House Industry dan JOIN (Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development) dengan Trivo Group, melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) menara pertama Sakura Garden City (10 ha) bernama Cattleya  di lokasi proyek, Jalan Bina Marga, Cipayung, Jakarta Timur, akhir pekan lalu (21/7/2018).

Hadir dalam seremoni itu Senior Executive Officer Daiwa House Industry Nobuya Ichiki yang juga Presiden Direktur SIP, Wakil Presdir SIP Robert Yapari, Deputy Managing Director of JOIN Kurokawa Tsuyoshi, Tanaka dari Kedubes jepang, jajaran direksi SIP lainnya, serta pejabat pemerintah Jakarta Timur dan Kementerian Perhubungan.

SIP akan mengembangkan 12 menara apartemen strata atau kondominium di Sakura Garden City mencakup total 5.000 unit hunian, dalam empat tahap pengembangan sepanjang 2018–2024. Apartemen akan dilengkapi life style mall, hotel, menara perkantoran, ruko, area kuliner dan lain-lain.

Pembangunan empat menara pertama apartemen mencakup 2.200 unit hunian ditambah 90 unit ruko. “Cattleya merupakan menara pertama yang dipasarkan dari pengembangan tahap pertama. Target pasarnya kalangan muda dari berbagai profesi baik yang sudah berkeluarga maupun belum,” kata Nobuya Ichiki saat jumpa pers.

“Proyek baru mulai dipasarkan dengan membuka pendaftaran nomor urut pemesanan (NUP) bersamaan dengan ground breaking,” tambah Wina Thorensia, Marcomm Manager SIP. Menara 28 lantai berisi 694 hunian itu menawarkan unit tipe studio seluas 29,9 m2, studio plus 36,5 m2, satu kamar tidur (KT) 49,4 m2, 2KT 66,4 m2, 3KT 92,7 m2, dan garden loft 93,6 – 176,5 m2.

“Harganya sekitar Rp20 juta per meter (m2), lebih rendah daripada apartemen sekelas yang biasanya dipasarkan Rp23 – 26 juta,” ungkap Wina. Ia belum bias menyebutkan NUP yang sudah masuk dengan alasan proyek baru mulai dipasarkan.

Nobuya Ichiki menegaskan, SIP berkomitmen membangun apartemen yang berkualitas dan ideal sebagai hunian dengan berbagai fasilitas yang bias diakses dari ujung jari setiap penghuni. Untuk itu, jelasnya, pembangunan proyek akan menggunakan metodologi Jepang yang langsung disupervisi tim dari Daiwa Housing yang sudah berpengalaman 63 tahun di real estate. Pembangunan menara Cattleya ditargetkan selesai tahun 2020.

Pada tahap kedua akan dikembangkan empat menara apartemen menengah atas, tahap ketiga empat menara apartemen kelas atas, tahap terakhir gedung perkantoran dan hotel bintang empat.

Sakura Garden City diklaim dikembangkan dengan konsep eco-friendly dengan mengalokasikan 60 persen lahannya untuk ruang terbuka hijau,dilengkapi system pengelolaan air bersih ramah lingkungan, jalur joging dan sepeda sepanjang 2,5 km, ruang kebugaran serta kolam renang.

Proyek juga disebut akan dikembangkan dengan konsep TOD (transit oriented development) atau terintegrasi transportasi massal terbesar yang dikembangkan developer Jepang di Jakarta, karena lokasinya berseberangan dengan bakal stasiun LRT Ciracas di jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT) Cawang-Cibubur yang tahun depan beroperasi.