HousingEstate, Jakarta - Samsung QLED TV dinobatkan sebagai TV pertama yang mendapat sertifikat bebas burn-in oleh Video, sebuah majalah teknologi Jerman yang terkenal. Evaluasi menyeluruh majalah itu menyebutkan, kerentanan terhadap burn-in dan afterglow dapat merusak kualitas gambar secara permanen. Hasil tes membuktikan, TV Samsung bebas dari keduanya sekaligus menunjukkan kenapa QLED TV menjadi televisi paling tahan lama di pasar saat ini.

Burn-in mengacu pada fenomena di mana gambar statis (seperti logo saluran atau status pemain yang biasa ada dalam dalam games konsol) jika ditampilkan dalam jangka  panjang, meninggalkan bekas permanen pada layar. Pengujian dilakukan bersama connect Testlab, laboratorium pengujian terkenal di dunia, berupa tes stres 72 jam yang mengevaluasi kemampuan sebuah TV menampilkan performa yang dibutuhkan untuk penggunaan tipikal dewasa ini dengan fokus pada tampilan video HDR (high-dynamic-range).

Melalui siaran pers yang dikirimkan kepada HousingEstate di Jakarta, Kamis (26/7/2018), manajemen Samsung Electronics Indonesia (SEI) menyatakan, hasil penyelidikan menunjukkan, QLED TV tidak terpengaruh oleh burn-in dan afterglow, dan gambar diam dapat ditampilkan pada layar tanpa resiko berapapun lamanya durasi pemutaran TV.

“Menilai kerentanan TV terhadap burn-in adalah kunci untuk menentukan berapa lama sebuah TV akan bertahan, yang pada akhirnya mengungkapkan apakah uang yang anda keluarkan untuk membeli TV itu sepadan. Meskipun semua layar TV akan meredup seiring waktu, efek negatif burn-in pada kualitas gambar di layar bisa mempersingkat ketahanan TV secara signifikan,” tulis rilis itu.

Efek itu kian penting dicermati karena penggunaan TV makin berkembang dalam beberapa tahun terakhir, menyusul munculnya tontonan video secara maraton (binge-watching) dan pengembangan smart TV yang membuat fungsinya tidak hanya untuk menonton TV tapi juga main game, mengelola perangkat IoT (internet of things) rumah tangga dan banyak lagi. Setiap fungsi baru membuat TV dipakai untuk waktu yang makin lama lagi, sehingga daya tahannya makin penting.

Rilis itu menyatakan, sumber daya tahan QLED TV Samsung terletak pada penggunaan quantum dots anorganik. Beda dari teknologi layar dengan bahan organik, quantum dots tidak melemah seiring waktu, yang memungkinkan QLED TV menawarkan kualitas gambar yang luar biasa dalam waktu lebih lama dan dijamin bebas burn-in.

“Konsumen tidak ingin punya TV yang tidak tahan dengan penggunaan tipikal pesawat TV dewasa ini. Teknologi quantum dots yang membuat TV lebih tahan lama dan mampu mengekspresikan 100 persen volume warna, memungkinkan QLED TV Samsung menyajikan kualitas gambar yang konsisten dan menawan selama bertahun-tahun,” kata Doochan Eum, Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, seperti dikutip siaran pers tersebut.