HousingEstate, Jakarta - Ishak Chandra sudah sangat dikenal dan populer di kalangan awak media sebagai CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land (SML), grup usaha pengembang raksasa dengan puluhan proyek berskala besar dan kota baru di berbagai kota dengan land bank hingga 10 ribu ha. Selama delapan tahun Ishak menjadi garda terdepan menjelaskan ke publik melalui media massa hal ihwal terkait pengembangan proyek SML.

Tapi, per tanggal 1 Agustus lalu, Ishak memutuskan keluar dari SML dan masuk ke perusahaan properti lain, Triniti Land (PT Perintis Triniti Properti) yang masuk ke bisnis properti tahun 2009 dan saat ini menggarap beberapa proyek apartemen di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, Banten, tidak jauh dari proyek kota baru SML terbesar BSD City (6.000 ha).

“Saya masuk di Triniti Land sebagai profesional dan investor dengan jabatan President & CEO. Ibaratnya selama delapan tahun bekerja di SML dan belasan tahun di perusahaan-perusahaan  properti lain sebelumnya, saya sedang sekolah dan sekarang sudah lulus. Tentunya saya mau dong menggarap bisnis sendiri untuk membuktikan yang saya dapat di sekolah selama ini bisa saya kembangkan,” katanya kepada housing-estate.com saat acara peletakan batu pertama (ground breaking) proyek properti terpadu atau mixed use Collins Boulevard (2,4 ha) di Jalan MH Thamrin, Tangerang (Banten) akhir pekan lalu.

Triniti Land didirikan pebisnis dan motivator Bong Chandra. Selain Ishak, beberapa eks eksekutif perusahaan pengembang lain juga ikut terlibat di dalamnya seperti Septian Starlin, Matius Jusup, dan Yohanes L Andayaprana. Ishak menyebut Triniti Land sebagai pengembang yang sangat progresif, karena saat ini mengembangkan empat properti di Serpong selain Collins Boulevard itu. Yaitu, The Brooklyn, Springwood Residence, Yukata Suites, dan The Smith. Semua disebutnya berjalan dengan sangat baik.

Triniti Land sendiri awalnya mengembangkan proyek perumahan tapak Ubud Village (5 ha/300 unit) di Ciledug, Kota Tangerang (Banten). Bisa men-deliver Ubud Village dengan baik, perusahaan itu langsung mengembangkan proyek properti high rise seperti apartemen dalamn waktu hampir bersamaan. Di empat proyek di Serpong itu Triniti Land mengklaim penjualannya telah mencapai 90 persen dengan nilai lebih dari Rp4 triliun.

Karena itu Ishak bertanggung jawab mengembangkan lebih jauh perusahaan barunya yang sangat prospektif itu, dengan mempercepat pertumbuhannya yang sudah baik dan terus mencari modal sebagai tahapan menuju perusahaan terbuka (tbk), mengembangkan proyek lain di luar Serpong, serta mengembangkan pendapatan berulang (recurring income) demi keberlanjutan perusahaan.

“Saya bertugas memvaluasi pertumbuhan perusahaan ini yang sudah baik dan mempercepatnya go to the next level (naik kelas). Tahapannya mempersiapkan perusahaan menjadi perusahaan terbuka dan membangun nama baik karena selama ini baru proyeknya yang sudah dikenal. Kalau perusahaan atau developer name sudah terbangun, (kelangsungan perusahaan) nggak akan habis karena itu membuktikan reputasi kita. Sekarang bisnis Triniti tumbuh lebih cepat dibandingkan infrastruktur di dalamnya. Tanggung jawab saya memperkuat skill dan people di dalamnya demi menjadi perusahaan yang excellent,” tuturnya.