HousingEstate, Jakarta - PT Pabrik Cat dan Tinta Pacific Paint (Pacific Paint) adalah pionir perusahaan cat di Indonesia dan saat ini telah berusia 75 tahun. Selain memproduksi dan memasarkan cat baik yang berbasis air maupun minyak, Pacific Paint juga melakukan program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) melalui produk-produknya dengan melakukan pengecatan ulang kampung dan situs bersejarah untuk mendukung pariwisata Indonesia.

“Rangkaian program CSR Pacific Paint itu merupakan wujud komitmen dan ungkapan terima kasih perusahaan kepada masyarakat Indonesia yang selama ini telah memilih produk cat Pacific Paint. Dengan ikon wisata baru penuh warna itu diharapkan ada peningkatan kunjungan wisatawan yang sekaligus membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya,” kata Suryanto Tjokrosantoso, Direktur Pacific Paint, melalui siaran pers di Jakarta, Jum’at (10/8/2018).  Di antara program CSR Pacific Paint mewarnai kmapung dan ikon wisata dalam rangka memperingati 75 tahun usianya itu, adalah:

1. Pengecatan 107 rumah adat Banua Tada Malige, 60 kapal nelayan, dan membuat 50 mural, menggunakan cat tembok Metrolite dan cat minyak (untuk kayu dan besi) Glotex akhir Juni 2018 di desa Sula’a, Baubau, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, yang terkenal dengan hasil tenunnya dan menjadi daya tarik wisata.

2. Pengecatan 100 rumah di Mranggen, Kendal, Jawa Tengah, yang warganya dikenal sebagai warga yang kreatif karena memiliki beragam aktifitas kesenian yang telah dikenal di beberapa negara di dunia, antara lain Festival Drumblek, pertunjukan musik  menggunakan barang bekas dan Festival Payung Indonesia, festival rakyat yang berbasis pada partisipasi warga dengan menempatkan payung kertas sebagai karya seni. Pengecatan bekerja sama dengan Kelompok Kartunis Kaliwungu (Kokang) di Mranggen dan warga untuk menghasilkan beragam mural kreatif.

3. Berkolaborasi dengan Forum Pedagang Kanoman, melakukan pengecatan ulang 200 ruko, 67 tenda dan 16 kanopi untuk menciptakan Pecinan Warna-Warni di area pecinan Kanoman Cirebon, Jawa Barat, yang membuat kawasan Pasar Kanoman ramai didatangi pengunjung untuk berbelanja atau sekedar berswafoto. Selain itu Pacific Paint juga turut melakukan pengecatan kembali Keraton Kasepuhan dan pembuatan papan petunjuk informasi sejarah di sekitar halaman menuju keraton.

4. Pengecatan masjid dan gereja di Ambon, Maluku, dengan tema “Beda Warna Satu Saudara” untuk mendukung pengembalian pela dan gandong yang sekian lama berhasil menciptakan kerukunan antar pemeluk agama di Ambon dan Maluku. Pengecatan dilakukan dengan bertukar tempat: umat Islam mengecat Gereja Fajar Hidup dan Gereja Rumah Tiga, umat Kristiani memberikan warna baru Masjid An Nur dan Masjid Batu Merah.

5. Pembuatan 130 mural artistik bertema sejarah perjuangan bangsa Indonesia dengan latar belakang cat merah putih di Tual, Maluku Tenggara. Pembuatan mural tersebut diresmikan dengan menghadirkan ikon wisata baru Kampung Merah Putih yang merupakan hasil kolaborasi Pacific Paint dengan seniman mural kreatif dari Jakarta dan sekitarnya.

6. Kampung Bekelir, Tangerang

Pacific Paint yang pabriknya berada di Tangerang, Banten, bekerja sama dengan tokoh masyarakat merilis program Kampung Bekelir dengan mengecat dinding 300 rumah di RW 1 Kampung Babakan, menjadi mural dan grafiti tematik tentang sejarah dan kearifan lokal. Proyek Kampung Bekelir menjadikan kampung kumuh yang terdiri dari empat RT dengan penduduk lebih dari 1.000 jiwa, berubah menjadi kampung wisata kreatif yang menarik dikunjungi.

7. Di luar itu Pacific Paint bekerja sama dengan tim dokter RSPAD Gatot Subroto (Jakarta) melaksanakan operasi mata katarak gratis “Mata untuk Warna” untuk 75 penderita kurang mampu di Jakarta, sehingga mereka bisa menikmati kembali keindahan warna di sekitarnya.