HousingEstate, Jakarta - Museum MACAN (Art and Contemporary Art in Nusantara) di AKR Tower, Jalan Perjuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kembali menampilkan pagelaran seni untuk menampilkan karya-karya konseptual dari tiga seniman Asia: Arahmaiani (Indonesia), Lee Mingwei (Taiwan/Amerika), dan On Kawara (Jepang, 1932-2014).

Ini merupakan pameran ketiga Museum MACAN yang akan dibuka 17 November 2018 hingga 10 Maret 2019, sekaligus untuk merayakan satu tahun Museum MACAN.

Tiga seniman Asia ini akan menampilkan rangkaian karya senivisual, instalasi interaktif, sekaligus menegaskan Museum MACAN sebagai sebuah institusi regional yang secara konsisten menampilkan program edukatif untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni konseptual sebagai salah satu ekspresi seni kontemporer.

Sebelum itu pada Agustus-September 2018 akan dihadirkan performance acara First Sight yang menampilkan seniman-seniman Indonesia seperti FX Harsono, Reza Afisina, Agung Kurniawan, Tisna Sanjaya, Melati Surodarmo, juga seniman luar seperti Yin Xiuzhen, Mella Jaarsma, Xu Zhen, dan Justin Shoulder.

“Kami sangat menantikan kesempatan untuk menampilkan karya-karya penting kepada audiens Indonesia. Melalui presentasi ini kami berharap bisa memberi tempat bagi nama-nama penting dalam dunia seni konseptual ke tengah publik Indonesia, selain untuk meneruskan misi edukasi seni kami,” kata Aaron Seeto, Direktur Museum MACAM, melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Aaron memaparkan, Arahmaiani akan menampilkan karya “Masa lalu Belumlah Berlalu (The Past has not Passed)”. Di sini pengunjung dapat mendalami lebih dari 70 karya sang seniman mulai era 1980-an hingga sekarang serta berbagai arsip pembentukan identitasnya sebagai seniman. Pameran akan memberikan gambaran penting fase Arahmaiani sebagai salah satu seniman perempuan Indonesia yang penting namun cenderung kurang diperhatikan publik.

Lee Mingwei yang dikenal dengan instalasi dan penampilannya yang melibatkan interaksi langsung dengan audiens akan menampilkan Seven Stories. Karya-karyanya yang emosional sering kali berwujud pada kegiatan sehari-hari seperti makan, menjahit, atau menyapu. Lewat karyanya Lee mengajak audiens berkontemplasi tentang interaksi antara manusia, kepercayaan, dan relasi sosial.

Sementara karya On Kawaran akan ditampilkan pertama kalinya di Indonesia yang berjudul One Million Years. Setiap presentasi akan melambangkan konsep waktu secara kronologis, yang akan melibatkan audiens untuk membacakan karya-karyanya. Pembacaan di Museum MACAN akan dilakukan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu selama periode pameran.

“Lewat seri pameran seni konseptual ini Museum MACAN berusaha menunjukkan beragam praktik kesenian yang berhubungan langung dengan budaya lokal sang seniman. Ini juga menjadi salah satu misi Muesum MACAN untuk menampilkan karya-karya seniman internasional bagi publik Indonesia. Nantinya pada akhir pameran akan diterbitkan juga buku Arahmaiani dan Lee Mingwei berisi esai-esai baru tentang kedua seniman,” urai Aaron.