HousingEstate, Jakarta - PT  Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) terus mengukuhkan diri sebagai pengembang dengan spesialisasi rumah murah bersubsidi. Menurut Asmat Amin, CEO SPS Group, sejak tahun 2015 perusahaannya konsisten membangun 15 ribu unit rumah murah per tahun di tiga proyeknya: Villa Kencaca Cikarang (105 ha), Grandvista Cikarang (160 ha), dan Grand Cikarang City (200 ha).

“Tahun ini target kami juga masih sama untuk suplai rumah murah, tapi kami juga lebih kreatif untuk mengambil pasar yang besar dengan menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Segmen ini tidak terpengaruh sama sekali dengan pelemahan bisnis properti karena kebutuhannya sangat besar,” katanya dalam seremoni kesepakatan kerja sama SPS Group dengan BPJS Ketenagakerjaan, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan Bank BTN Cabang Bekasi, di Cikarang, Bekasi (Jawa Barat), Jumat (21/9/2018).

SPS Group menyatakan kesiapannya mensuplai 40 ribu unit rumah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Bekasi, Cikarang, hingga Karawang. Hingga akhir tahun ini ditargetkan 5.000 unit rumah sudah bisa melakukan akad  kredit. Rumahnya berada di Grandvista Cikarang tahap dua tipe 30/60 seharga Rp144 juta. Rumah bisa dibeli dengan dana awal Rp3 juta dan cicilan flat Rp1,1 juta/bulan dengan KPR 15 tahun atau Rp956 ribu/bulan bila tenor (periode) kreditnya 20 tahun.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KSPSI Rudy Prayitno menyebut, ada sekitar 240 ribu pekerja di ribuan manufaktur di Cikarang dengan gaji di atas Rp3 juta/bulan. “Ini kerja sama pertama kami dengan pengembang dan semoga bisa menjadi pilot project untuk pekerja di wilayah lain. Nantinya untuk uang muka dan biaya-biayanya akan ada bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan mencapai 70-90 persen dari total biaya,” jelasnya.

Sebelumnya Rudy menyebut kerja sama pembiayaan perumahan juga pernah dilakukan untuk pekerja informal. Sebanyak 1.000 driver ojek online difasilitasi untuk pembiayaan pemilikan rumah murah di wilayah Cikarang.