HousingEstate, Jakarta - Pebisnis komersial kini tidak hanya dituntut menghasilkan produk yang bagus, melainkan juga harus mampu menyuguhkan produk dalam konsep desain interior yang menarik. Sebuah riset yang dilakukan Zizzi Restaurant di Inggris menunjukkan, millennials menghabiskan waktu lima hari penuh dalam setahun hanya untuk menelusuri foto makanan dan tempat makan yang 30 persen di antaranya tidak berkenan dikunjungi jika media sosial restoran atau kafe tersebut tidak menarik.

Hal serupa juga ikut mempengaruhi bisnis komersial berskala besar seperti properti. Untuk menanggapi tren tersebut, desainer interior perlu jeli memilih bahan bangunan yang ekonomis dan fungsional. Salah satunya material alternatif pengganti kayu yang ditawarkan Taco. penyedia material pelapis high pressure laminates (HPL) sheet, vynil floor dan carpet tile, yang pada 14-23 September 2018 berkolaborasi dengan perkumpulan desainer interior ID 12  menggelar pameran interior The Colors of Indonesia 2018 di Jakarta.

Di ajang pameran itu Taco juga menggelar talk show yang menghadirkan desainer interior Ari Juwono dan Reza Wahyudi dari ID 12, Senior Manager Ciputra Group Tito Wirasonjaya, pemilik coffee shop  Bawah Tangga Nino Fernandez, dan VP Corporate Marketing TACO Group Satria Utama, Jumat (21/9/2018).

“Tren desain yang cepat berubah serta tingginya harga bahan bangunan acapkali menjadi kendala. Di sinilah kami memberikan solusi desain interior yang ekonomis dan fungsional melalui rangkaian produk seperti HPL,” kata Satria Utama, Vice President (VP) Corporate Marketing TACO Home Interior Products, dalam talk show bertajuk “Design Solutions for Millennials” itu.

Aplikasi produk Taco dalam salah satu karya desainer interior Ary Juwono yang dipamerkan di The Colors of Indonesia (foto: dok. Taco)

Meski tingkat kesadaran tentang desain interior di antara para pebisnis komersial mulai meningkat, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menghadirkan interior yang instagrammable, salah satunya adalah tingginya harga bahan bangunan dan lamanya pengerjaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 menunjukkan, harga bahan bangunan terus mengalami kenaikan 0,28 persen per bulan.

Desainer Reza Wahyudi melihat pergeseran pangsa pasar ke generasi milenial yang aktif di media sosial mampu mendorong pertumbuhan minat terhadap desain interior. ”Tampilan visual yang apik merupakan aspek penting bagi generasi visual ini. Mereka tak segan merogoh kocek lebih untuk menghabiskan waktu di lokasi hangout dengan interior apik atau mempercantik hunian sehingga elok saat tayang di media sosial,” ujar Reza yang akrab disapa Bobos itu.

Tantangan berbeda terjadi dalam industri properti, kalangan milenial memiliki rumah atau apartemen berukuran kecil namun ingin tetap menghadirkan interior yang menawan. “Para milenial memiliki plafon budget yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mencari keseimbangan dalam penggunaan material dekorasi yang masih bisa menghasilkan harga jual yang terjangkau bagi generasi ini adalah tantangan bisnis saat ini,” ujar Tito.