HousingEstate, Jakarta - Perusahaan financial technology (fintech) PT Gradana Teknoruci Indonesia (Gradana) dan Bank BTN menjalin kerja sama guna memperluas cakupan akses pembiayaan properti di Indonesia, terutama untuk pembeli yang akan menghuni sendiri propertinya (end-users) dengan skema yang makin inovatif.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) dalam acara “Plug and Play Expo Day 3.0 (PnP)” di Soehanna Hall, The Energy Building, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018), oleh Angela Oetama (Direktur Utama dan Co-Founder Gradana) dan Maryono (Direktur Utama Bank BTN).

Mengutip siaran pers Gradana di Jakarta, kerja sama antara Bank BTN yang fokus pada pembiayaan properti dan Gradana, pelopor property fintech di Indonesia, menandakan bank dan lembaga pinjam meminjam berbasis teknologi informasi (peer-to-peer lending) dapat bersinergi dan saling melengkapi dalam mewujudkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia.

Kombinasi pengalaman pembiayaan properti oleh Bank BTN dan kemudahan pendanaan oleh perusahaan fintech seperti Gradana, diharapkan bisa memperluas cakupan pembiayaan properti termasuk ke kalangan muda atau kids zaman now yang technology minded.

Gradana.co.id adalah perusahaan rintisan yang menawarkan jasa mempertemukan peminjam (borrower) dan pendana (investor atau kreditur) untuk pembiayaan uang muka rumah (GraDP) dan talangan sewa properti (Grasewa), melalui platform digital. Saat ini GraDP baru memfasilitasi pembiayaan uang muka pembelian properti baru (primary) dari pengembang yang sudah menjalin kerja sama dengan Gradana.

Dengan skema GraDP, pembeli rumah dapat mencicil kredit uang muka itu hingga 36 bulan, setelah itu dilanjukan dengan KPR dari bank komersial seperti BTN. Dengan kredit uang muka itu, konsumen bisa segera mewujudkan pembelian rumah tanpa harus menyediakan modal awal kecuali cicilan bulanan, dan “mengunci” harganya sejak dini.

Sementara pengembang, dengan GraDP bisa memperoleh dana di muka secara penuh untuk mengembangkan propertinya. Sedangkan bagi investor atau lender, produk seperti GraDP bisa menjadi sarana alternatif mengoptimalkan pengembalian dana yang tidak terpakai melalui pembiayaan properti yang sudah terjamin legalitasnya.