HousingEstate, Jakarta - Pengembang Farpoint (Gunung Sewu Group) melakukan peluncuran (grand launching) Samanea Hill, perumahan baru seluas 25 ha di Jalan Sudamanik, Parung Panjang, Kabupaten Bogor (Jawa Barat), di jalur kereta komuter Jakarta-Bintaro-Serpong-Parung Panjang-Tigaraksa-Maja-Rangkasbitung. Pengembangan perumahan yang mengalokasikan 4,5 ha lahannya untuk ruang terbuka hijau ini direncanakan terdiri dari tiga klaster berisi sekitar 1.500 unit rumah.

Pemasaran tahap pertama klaster Acacia dengan dua tipe, yakni Deluxe dan Suite telah terjual habis. Penjualan saat grand launching dilepas sekitar 60 persen dari 450 unit yang direncanakan. Dua tipe rumah seharga Rp400 jutaan itu memiliki luasan serupa 36/72, hanya dibedakan ketinggian plafon dan atapnya. Farpoint berkolaborasi dengan arsitek ternama Isandra Matin Ahmad atau yang dikenal dengan Andra Matin melalui biro arsiteknya andramatinarchitects untuk merancang master plan, area komersial, dan fasilitas sosial hingga unit rumah di Samanea Hill.

“Kita ingin membuktikan kalau rumah harga terjangkau, desainnya bisa bagus juga, lho,” kata Presiden Direktur Samanea Hill Haryanto Tiono dalam acara temu media di marketing gallery and show unit Samanea Hill di Alam Sutera, Serpong, Tangerang-Banten, Rabu (17/10/2018).

Taman dalam (inner court) yang memisahkan kamar-kamar tidur dengan area publik seperti ruang keluarga, dapur, dan ruang makan juga berfungsi sebagai sumber cahaya dan sirkulasi udara alami (foto: dok. Samanea Hill)

Ada lima fitur inovatif yang ditawarkan dalam desain rumah di Samanea Hill. Di antaranya innercourt atau taman di dalam rumah yang memisahkan area publik dan kamar-kamar sebagai area privat, sirkulasi udara yang optimal, cahaya alami untuk hunian yang lebih sehat, hemat listrik, dan ruang tumbuh untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan penghuni.

“Saya banyak terinspirasi arsitek Jepang yang ahli membuat rumah kecil dan kompak serta fungsional. Tapi, kita nggak perlu mengundang arsitek Jepang untuk mendesain rumah kecil di sini (Indonesia), karena arsitek kita justru yang paling mengerti kebutuhan orang di Indonesia. Melalui proyek ini saya berharap bisa menjadi contoh untuk pengembangan perumahan affordable di masa depan yang dapat diikuti developer lain,” kata Andra Matin.

Farpoint menargetkan pembeli dari kaum milenial yang mengandalkan kereta komuter dalam beraktivitas untuk rumah pertamanya. Hingga akhir tahun ini ditargetkan penjualan bisa selesai untuk satu klaster. Di tahap selanjutnya, selain tipe rumah satu lantai, developer juga akan menawarkan tipe rumah loft (dua lantai) yang memadukan ruang kerja di bagian bawah dan hunian di lantai atas. “Ini untuk mengakomodasi kebutuhan milenial yang memerlukan coworking space,” jelas Haryanto.