HousingEstate, Jakarta - Kehebohan megaproyek Meikarta di Cikarang, Bekasi, besutan Lippo Group juga ditanyakan kepada kalangan perbankan. Selama ini, bank merupakan salah satu institusi bisnis yang sangat menjaga aspek kehati-hatian (prudent) tingkat tinggi sehingga pembiayaan yang disalurkannya harus dipastikan aman baik dari sisi legal maupun prospek bisnisnya.

Karena itu menurut Direktur Utama Bank BTN Maryono, pihaknya tidak terlibat atau menyalurkan pembiayaan baik untuk konsumen melalui pembiayaan KPA maupun untuk kalangan developernya dengan kredit konstruksi. Maryono menyebut pihaknya sangat berhati-hati dan akan memastikan perizinan harus clear baru bisa menyalurkan pembiayaannya.

“Banyak yang meminta KPA untuk proyek Meikarta itu, tapi setelah kita tahu perizinannya belum beres akhirnya diputuskan tidak kita ambil. Dan itu kita juga memberikan instruksi kepada seluruh kantor cabang untuk tidak memberikan pembiayaan terhadap proyek Meikarta sampai segala sesuatunya jelas,” ujarnya kepada housing-estate.com saat paparan kinerja triwulan III 2018 Bank BTN di Jakarta, Kamis (25/10).

Prinsipnya, jelas Maryono, bank bisa memberikan pembiayaan kepada sebuah proyek apartemen yang sudah memperlihatkan progres pembangunan mencapai 20 persen. Ini berlaku untuk pembiayaan konsumen maupun pembiayaan proyeknya melalui KPA atau kredit konstruksi. Bank BTN menyalurkan pembiayaan untuk proyek Lippo Group tapi bukan di Meikarta.

“Kalau yang belum jelas dipastikan kita tidak akan ikut membiayai walaupun permintaan pembiayaan Meikarta ini cukup banyak sejak tahun 2017. Sama seperti proyek raklamasi Jakarta, itu juga kita diminta untuk membiayai tapi karena belum jelas tidak kita berikan. Ternyata betul proyek reklamasi juga ditutup oleh Gubernur Anies, jadi kita tidak kena dampaknya sama sekali,” bebernya.