HousingEstate, Jakarta - Banyak yang menarik dari pameran Hospitality Indonesia 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pekan lalu. Selain menampilkan bisnis hospitality seperti hotel dan sejenisnya, ada juga pameran Furniture & Craft Indonesia yang disertai aneka workshop untuk para pengunjung.

Salah satunya workshop mengenai kerajinan Kokedama atau bola lumut yang merupakan bola tanah ditutupi lumut sebagai dasar untuk tanaman hias tumbuh. Kreasi Kokedama ini berasal dari Jepang, bisa menjadi alternatif tanaman hias yang menarik di rumah.

“Dengan membuat Kokedama kita bisa lebih menghemat pot-pot plastik selain tampilannya juga unik. Saat ini Kokedama belum terlalu familiar di Indonesia, sehingga di ajang seperti ini dan berbagai workshop selalu rutin kami selenggarakan untuk orang belajar teknik dasarnya dan selanjutnya bisa menjadi inspirasi bisnis,” kata Nelsa Yesaya, owner Emillie Garden Jakarta, melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Kokedama

Selain Kokedama yang bisa menjadi ornamen dan hiasan menarik di rumah, produk yang dipamerkan di Furniture & Craft Indonesia juga tak kalah menarik. Salah satunya buatan CV Nuansa Kayu Bekas, Solo, Jawa Tengah, berupa produk furnitur seperti kursi, meja, hiasan kayu, dan lain sebagainya dengan bahan dari kayu-kayu bekas pakai.

“Sejak tahun 2009 kami telah memperkenalkan produk-produk dari bahan bekas pakai yang berkualitas dan memiliki value. Hingga saat ini produk kami telah diekspor ke Eropa. Kita terus mencari desain baru yang menarik minat pasar. Rata-rata produk furnitur kayu bekas kami yang diekspor mencapai 20 kontainer per bulan,” kata Suwartini, marketing CV Nuansa Kayu Bekas.

Brand lainnya Domasindo membawa kerajinan oleh-oleh yang terbuat dari anyaman rotan, kursi, hiasan, dan mebel dengan gaya kasual dan minimalis. Domasindo berasal dari Desa Domas, Gresik, Jawa Timur, memiliki desain produk yang mencolok khususnya dengan warna-warnanya.

Veda Sabrina, produsen furnitur dengan spesialisasi akar-akar jati yang memiliki warehouse di Jepara, Jawa Tengah, produknya juga sudah diekspor ke Eropa. “Untuk ekspor, main buyer kita memang dari Eropa terutama Inggris dan sebulan bisa mencapai 4-5 kontainer untuk root furniture. Kami berharap bisa menjajaki juga peluang masuk ke industri perhotelan Indonesia. Makanya ajang-ajang pameran seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan networking dan potensi pasar, selain menunjukan kalau produk kita juga bagus-bagus,” kata Erick, Manager Produksi Veda Sabrina.