HousingEstate, Jakarta - PT Bank China Construction Bank Indonesia (CCB Indonesia-d/h Bank Windu) tahun depan menargetkan penyaluran KPR baru tumbuh Rp500–600 miliar. Sementara untuk memudahkan calon debitur mengajukan permohonan KPR, lembaga keuangan milik China ini tahun depan akan melansir aplikasi Mobile Apps-CCB Partners.

Bank CCB Indonesia dalam dua tahun terakhir mulai serius menggarap pasar KPR khususnya segmen menengah atas pasca diambil alih investor China. Keseriusan itu ditunjukkan dengan gencar menggandeng developer top bekerjasama dalam penyaluran kredit rumah/apartemen (KPR/KPA) seperti dengan Summarecon Group, Alam Sutera, Paramount Land, BSD City,  Intiland Development, Ciputra Group, dan lain-lain.

“Tahun depan kami targetkan pertumbuhan KPR baru tumbuh Rp500 – 600 miliar sehingga outstanding KPR kami di penghujung 2019 menjadi Rp1,1 triliun. Sekarang saya masih malu menyebutkan posisi outstanding KPR kami,” kata Chandra Bachtiar, Consumer Aset Division Head Bank CCB Indonesia kepada housing-estate.com kemarin (8/11/2018).

Selain memperbanyak kerjasama penyaluran KPR dengan developer top, strategi yang dilakukan agar target tersebut tercapai adalah mempermudah debitur mengajukan KPR. Salah satunya dengan melansir layanan aplikasi Mobile Apps-CCB Partners awal 2019. Dengan aplikasi itu konsumen yang membeli rumah seken atau baru dengan menggunakan jasa broker, bisa langsung mengajukan permohonan KPR melalui agen tersebut.

Debitur cukup memberikan data-data yang dibutuhkan kepada broker yang bersangkutan seperti copy KTP, NPWP, surat nikah, dan lain-lain. Selanjutnya broker yang bersangkutan  menginput data-data tersebut ke aplikasi Mobile Apps-CCB Partner. Setelah data dimasukkan,  broker tinggal memilih sales dari Bank CCB Indonesia cabang yang terdekat yang akan memprosesnya.

“Jadi calon debitur tidak lagi perlu datang ke bank mengajukan KPR. Jika memenuhi persyaratan, dalam lima hari kerja sudah mendapat notifikasi approve yang disampaikan melalui  agen bersangkutan,” jelas Chandra.

Strategi berikutnya adalah memberikan express approval hanya dua hari terhadap konsumen yang membeli rumah di Summarecon Serpong, Alam Sutera, BSD City, dan Paramount Land dengan persyaratan depe minimal 20 persen untuk karyawan dan tenor maksimal 10 tahun serta harga rumah mulai dari Rp800 juta.

“Khusus konsumen yang membeli rumah di perumahan yang dikembangkan Summarecon Group, hingga Desember mendatang kami juga menawarkan promo bebas biaya administrasi dan depe mulai lima persen,” ungkap Chandra.