HousingEstate, Jakarta - Wilayah Cinere di Kota Depok, salah satu kota penyangga Jakarta, menjadi wilayah yang terangkat dengan perkembangan infrastruktur jalan dan transportasi di Jakarta, karena Cinere berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan namun juga cukup dekat dan mudah mencapai pusat kota Depok dan Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Pondok Cabe.

Dengan telah beroperasinya jalan tol Brigif 2 (bagian dari tol Depok-Antasari atau Desari) ke koridor bisnis TB Simatupang (Jakarta Selatan) dan pembangunan jalan tol Desari seksi Cinere-Pondok Cabe yang akan terhubung dengan tol Jagorawi, membuat harga tanah di Cinere ikut terkerek harga lahannya. Keberadaan proyek mass rapid transit (MRT) dari Lebak Bulus di Jakarta Selatan hingga Bundaran HI-Kampung Bandan juga makin memberi nilai tambah kawasan Cinere.

Menurut Anton Sitorus, Direktur Research and Consultancy Savills Indonesia, sebuah perusahaan riset dan konsultan properti di Jakarta, maraknya pengembangan infrastruktur di suatu kawasan bisa menjadi magnet untuk perkembangan produk properti salah satunya di wilayah Cinere.

“Masyarakat sekarang selalu menghubungkan rencana pembelian propertinya dengan akses dan fasilitas transportasi. Wilayah yang memiliki kemudahan transportasi dan potensi pengembangan kawasannya bagus, pasti diminati sebagai lokasi untuk membeli properti,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Salah satu yang diuntungkan oleh perkembangan kawasan Cinere itu adalah proyek properti terpadu atau mixed use South City (60 ha) di Jalan Raya Pondok Cabe, Tangsel, Banten, persis di depan Lapangan Terbang Pondok Cabe.

Stevie Faverius Jaya, Sales & Marketing Associate Director PT Setiawan Dwi Tunggal, pengembang South City, menyatakan, peningkatan potensi wilayah tersebut sangat terasa di kawasan South City.

“Pembangunan jalan tol Cinere-Serpong misalnya, telah menaikan harga tanah di pemukiman sini dari sekitar Rp2 juta per meter (m2) jadi sekitar Rp4 juta. Bahkan, untuk yang di pinggir jalan mencapai Rp9 juta. Makanya kami sangat confident dengan progres proyek ini. Terlebih konsep pengembangan South City cocok karena lokasinya yang berada di segitiga antara Jakarta, Depok, dan Tangsel,” katanya.

Saat ini South City memasarkan ruko komersial di bulevarnya sebanyak 74 unit. Tahap pertamanya 44 unit telah terjual dan saat ini pembangunan 18 unit ruko sudah hampir rampung. Berikutnya mulai dipasarkan unit apartemen The Parc untuk kaum muda.

“The Parc kami bangun di atas lahan seluas 1,5 hektar yang 70 persennya untuk area terbuka. Tipe unitnya mulai dari studio 22,5 m2, satu kamar tidur (KT) 30-36 m2, dan dua KT 45 m2 seharga Rp357-700 jutaan per unit. Konsepnya bukan hanya untuk hunian tapi akan menyediakan banyak spot untuk aktivitas dan interaksi penghuninya,” urainya.