HousingEstate, Jakarta - Berbagai cara ditempuh developer untuk memasarkan proyeknya di tengah situasi pasar yang berubah sekaligus masih lemah. Salah satunya pemasaran secara online (daring). Menurut Hermon Simanjuntak, Sales & Marketing Division Head PT Bakrie Swasakti Utama (BSU), mengikuti perkembangan teknologi digital, para pengembang juga menyesuaikan teknik marketingnya dengan mengadopsi gaya digital walaupun tidak meninggalkan cara konvensional yang juga masih cukup efektif.

“Pameran misalnya, efektif untuk orang melihat tapi harus didukung dengan visualisasi yang baik. Makanya sebagai pengembang kita harus bisa mengemas booth dan memberikan gimmick yang menarik sehingga pengunjung tertarik melihat produk yang kita pasarkan,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Selasa (13/11/2018). Sedangkan pemasaran daring efektif menjangkau pasar yang digital minded.

Konsep digital marketing ini diterapkan BSU antara lain di proyek apartemen premium Masterpiece dan The Empyreal di kawasan Rasuna Epicentrum, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Bukan hanya melalui website tapi juga media sosial (medsos).

The Masterpiece (200 unit) dan The Empyreal (262 unit) dibangun di atas lahan seluas 2,6 ha dan telah memulai proses serah terima unit sejak akhir 2016. Jadi, yang ditawarkan secara daring adalah unit apartemen ready stock atau siap huni. The Masterpiece menawarkan tipe 2-3 kamar tidur (KT) berukuran 83-176 m2 seharga Rp4-9 miliaran/unit, The Empyreal tipe 1-2 KT seluas 57-86 m2 seharga Rp2-3 miliar.

Hermon menjelaskan, ekspos proyek dilakukan melalui berbagai mekanisme berbasis digital seperti content marketing, social media ads, targeting audience, hingga google ads melalui berbagai channel seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan portal properti. Digital marketing itu bisa menjangkau audiens yang sesuai dengan target pasar yang dituju dengan melihat pendidikan, usia, jabatan, kepemilikan mobil, dan lain sebagainya.

“Sebagai pengembang kami harus pandai memilah media digital mana yang sesuai dengan proyek yang kami kembangkan. Selalu ada hal baru di dunia digital yang patut dicoba dan dievaluasi efektivitasnya. Terlebih proyek ini punya target pasar yang sangat terbatas. Satu hal yang pasti dan menjadi tantangan, adalah bagaimana mengemas content marketing agar menarik konsumen baru,” tuturnya.