HousingEstate, Jakarta - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usaha PT Suryacipta Swadaya, pengelola Kawasan Industri (KI) Suryacipta Karawang, meresmikan beroperasinya fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta di KI Suryacipta di Karawang, Jawa Barat, Senin (12/11/2018). Sistem pengolahan air limbah modern berkapasitas 5.000 m3 per hari itu akan mengolah limbah seluruh perusahaan yang membuka pabrik di KI Suryacipta Karawang (1.400 ha).

Peresmian WWTP itu dilakukan Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSI) Johannes Suriadjaja, disaksikan Wakil Presiden Direktur PT Suryacipta Swadaya Karel Walla, serta Direktur Wilson Effendy, Petrus Kosasi, dan Didi Wihardi. “Pengadaan WWTP modern ini merupakan bentuk komitmen kami mewujudkan kawasan industri yang sehat dan ramah lingkungan,” kata Johannes seperti dikutip siaran pers SSI di Karawang, Senin (12/11/2018), yang dikirim Erlin Budiman, Head of Investor Relation & Corporate Communicatios SSI.

Pembangunan WWTP Suryacipta itu dimulai September 2016 di atas lahan 3 ha dengan menggandeng Organica Technologies, perusahaan WWTP ternama asal Hungaria, yang proyeknya tersebar di Prancis, Hungaria, China, dan Indonesia, dan menjadi market leader WWTP dengan teknologi Fixed-Bed Biofilm Activated Sludge (FBAS). Pembangunan WWTP Organica Suryacipta itu menelan investasi Rp68 miliar. WWTP baru berkonsep green ini akan menambah kapasitas pengolahan air limbah KI Suryacipta hingga 16.000 m3/hari dari sebelumnya 11.000 m3.

Proses pengolahan air limbah oleh WWTP Organica Suryacipta menggunakan akar tanaman yang berfungsi sebagai tempat berkembangbiaknya mikro organisme yang akan menguraikan air limbah. Sistem pengolahan air limbah di WWTP Organica Suryacipta itu disebut sebagai teknologi terbaru yang diterapkan di Indonesia.

Tidak hanya itu, gedung operasional WWTP Organica Suryacipta juga mulai menerapkan prinsip green dengan memanfaatkan energi matahari berupa solar panel yang diparalelkan dengan listrik yang dipasok PLN. Kapasitas listrik solar panel terpasang saat ini 20 kVA dari total pemakaian listrik 197 kVA.

“Pembangunan WWTP baru ini juga wujud partisipasi aktif kami mendukung program Citarum Harum yang diinisiasi Pemerintah. WWTP ini diharapkan berkontribusi mengurangi pencemaran di Sungai Citarum,” ujar Johannes. Mengutip Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, setidaknya ada 1.900 industri di sepanjang DAS Citarum dengan produksi limbah cair 340.000 ton/hari yang 90 persennya tidak memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Itu belum menghitung limbah dan sampah rumah tangga yang mencapai lebih dari 20.000 ton/hari.