HousingEstate, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut komposisi trafik lalu lintas di Jakarta saat ini masih sangat timpang, karena sebagian besar pergerakan menggunakan kendaraan pribadi yang mencapai 75 persen, sedangkan transportasi umum hanya 25 persen.

“Perjalanan Jakarta ini masih panjang dan masih banyak PR-nya. Salah satu yang jadi prioritas kami adalah pengintegrasian transportasi umum missal (dengan moda transportasi lain). Porsinya akan kami tingkatkan menjadi 60 persen transportasi umum. Konsepnya Jak Link Co, link-nya itu tersambung. Semoga pengusaha angkutan umum mau bekerja sama dengan Pemprov,” katanya saat menerima penghargaan “Gubernur Paling Menginspirasi dan Aktif Melakukan Pembinaan BUMD” dari Indonesia Property and Bank Award (IPBA) 2018 di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Untuk mewujudkan hal itu, Anies menyebut seluruh wilayah Jakarta harus saling terhubung dengan sarana transportasi umum. Konsepnya terhubung, terjangkau, dan nyaman yang menurutnya sangat susah untuk diwujudkan. Untuk itu ia juga menginstruksikan seluruh BUMD untuk bekerja secara kesatuan dan tidak memandang proyek masing-masing.

Gambarannya seperti proyek transportasi Transjakarta (busway) dan mass rapid transit (MRT) yang tidak saling tersambung. Akibatnya, nanti yang naik Transjakarta tidak bisa langsung naik MRT dan begitupun sebaliknya. Rasio halte di Jakarta juga saat ini masih per 1 km, nanti dibuat per 500 meter. Untuk itu BUMD bidang transportasi akan menjadi garda terdepan mewujudkannya.

“Konsep transportasi di Jakarta akan dibuat seperti jaring laba-laba yang membentuk link melingkar sehingga bisa diakses dari manapun. Ini sedang diupayakan dan menjadi ikhtiar kita bersama untuk mewujudkannya di Jakarta agar porsi penggunaan transportasi umum menjadi dominan,” urai Anies.