HousingEstate, Jakarta - Renovasi bangunan rumah atau  tempat usaha dan fitting out (pengisian ruangan dengan furnitur, aksesoris, dan lain-lain) kadang memerlukan banyak dana yang melebihi biaya sewa tahunannya. Tidak semua orang bisa memenuhinya langsung dari kantongnya. Karena itu Gradana, perusahaan yang mempertemukan peminjam dengan pemberi pinjaman atau investor melalui platform digital (financial technology/fintech) untuk pembiayaan properti, pun melansir GraRenov.

Sebelumnya Gradana sudah memiliki produk pembiayaan uang muka properti GraDP, kredit sewa GraSewa, dan kredit anjak piutang untuk pembiayaan jasa properti seperti arsitek, desainer interior, dan sejenisnya. Menurut siaran pers Gradana di Jakarta tanggal 27 November 2018, GraRenov bisa membantu konsumen dalam pembiayaan renovasi dan fitting out properti baik residensial maupun komersial. “Jangka waktu pembiayaan 12 bulan tanpa perlu agunan dari peminjam,” tulis siaran pers itu.

Calon peminjamn bisat menginformasikan ke Gradana jumlah anggaran pengerjaan renovasi atau fitout serta dokumen pendukung lain secara online melalui form di tautan yang disediakan Gradana di situsnya gradana.co.id.. Calon peminjam bebas menentukan vendor yang akan digunakan. Dana yang telah terkumpul dari investor atau pendana akan dicairkan langsung kepada peminjam. Setelah dana dicairkan, cicilan bulanan mulai diberlakukan lewat Gradana Virtual Account hingga jatuh tempo.

“Sementara ini pembiayaan hanya mencakup pengerjaan renovasi atau fitting out di Jabodetabek,  Bandung dan Bali,” kata William Susilo, Co-founder Gradana. Gradana sendiri  telah bekerja sama dengan beberapa rekanan vendor renovasi, fitting out dan desainer interior seperti Velospace, Renovasik dan interiordesign.id. Jadi, yang belum menentukan vendor bisa memilih dan menghubungi salah satu di antaranya.

Angela Oetama, Co-founder Gradana lainnya menambahkan, GraRenov bisa di-bundling dengan GraSewa. Jadi, peminjam sekaligus bisa mengajukan pembiayaan sewa properti dan kredit renovasi atau fitting out-nya. Jamaknya perusahaan fintech, semua proses pembiayaan dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online.