HousingEstate, Jakarta - Hubungan perdagangan bilateral Hong Kong-Indonesia telah berlangsung selama bertahun-tahun. Untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis antar dua negara, Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) mempertemukan para ahli bisnis untuk membentuk kemitraan dan mengembangkan bisnis mereka melalui penyelenggaraan lebih dari 30 pameran di Hong Kong setiap tahun.

Suasana pameran HKTDC Hong Kong Baby Products Fair (Foto : Dok. HKTDC)

Lima pameran terbesar di antaranya merupakan bisnis yang memiliki pasar terbanyak di  dunia. Yakni, pameran Hong Kong International Diamond, Gem & Pearl Show/Jewellery Show, Hong Kong Gifts & Premium Fair, Hong Kong Watch & Clock Fair, Hong Kong Electronics Fair, dan Hong Kong International Lighting Fair/Hong Kong International Outdoor and Tech Light Expo.

Awal 2019 HKTDC menyiapkan tujuh pameran yang akan dilangsungkan selama Januari-Maret. Yakni, Toys & Games Fair (7-10 Januari), Baby Products Fair (7-10 Januari), International Stationary Fair (7-10 Januari), International Licensing Show (7-9 Januari), Honh Kong Fashion Week for Fall/Winter (14-17 Januari), International Diamond, Gem & Pearl Show (26 Februari-2 Maret), dan International Jewellery Show (28 Februari-4 Maret).

Sepanjang 2017/2018 lebih dari 30 pameran yang diselenggarakan HKTDC diklaim berhasil menarik lebih dari 39.000 peserta dan lebih dari 750.000 pengunjung dari seluruh dunia. “Kami berharap dapat menyambut lebih banyak lagi perusahaan Indonesia untuk berkolaborasi dan mengeksplorasi peluang bisnis mereka, serta mendukung merekaagar berani memasuki pasar global,” kata Leung Kwan Ho, Direktur HKTDC Indonesia, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu  (28/11/2018).

Indonesia adalah mitra dagang Hong Kong nomor 23. Dalam tiga kuarter pertama tahun 2018, perdagangan kedua negara meningkat hingga US$3,68 miliar. Sementara jumlah barang dagang dari Indonesia yang diimpor Hong Kong meningkat 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$1,9 miliar. Sedangkan total barang dagang yang diekspor Hong Kong ke Indonesia mencapai US$1,77 miliar.