HousingEstate, Jakarta - PT Mega Graha Citra Perkasa (MGCP), member of PT Cowell Development Tbk, secara resmi memperkenalkan proyek apartemen di sisi stasiun kereta komuter Bogor, tepatnya di Jalan Mayor Oking, Kota Bogor, bernama Grand Central Bogor (GCB). Proyek sudah diperkenalkan ke pasar sejak akhir tahun lalu sambil mengurus perizinannya. Saat ini perizinan itu seperti IMB sudah keluar.

Menurut Marketing Director GCB Firdaus Fahmi, pengurusan IMB proyek memakan waktu hingga dua tahun dan saat ini semuanya sudah clear. Penundaan perkenalan resmi yang cukup lama itu di sisi lain juga membuat persiapan proyek disebut lebih matang terkait konsep, fasilitas, hingga segmen yang disasar.

“Ini bangunan highrise pertama di jantung Kota Bogor, karena nggak sembarangan bisa membangun bangunan tinggi di lokasi ini yang dekat dengan Istana Bogor. Jadi, ke depan proyek seperti ini juga tetap akan jarang,” katanya saat memperkenalkan GCB kepada kalangan media di Bogor, Kamis (29/11/2018).

Apartemen Grand Central Bogor (GCB)

GCB dibangun di atas lahan 5.731 m2 berupa satu menara apartemen berbentuk U setinggi 19 lantai 833 unit, dilengkapitiga lapis basement untuk area parkir dengan rasio 1:5 (1 lot parkir untuk 5 unit apartemen). Tahap pertama dipasarkan wing 1 sebanyak 400 unit berupa tipe studio berukuran 25 m2 dan 2 kamar tidur 43-86 m2 seharga Rp16 juta/m2 atau mulai dari Rp440 juta/unit.

Selain end user yang membeli unit untuk dihuni sendiri, Firdaus mengklaim potensi sewanya juga tinggi karena besarnya trafik di stasiun Bogor. Jadi, unit apartemen juga layak untuk investasi. Lokasi apartemen sangat dekat dengan stasiun Bogor, bisa dicapai dengan berjalan kaki. Kawasan sekitar stasiun Bogor juga sudah sangat ramai dengan aktivitas bisnis dan komersial.

Pemkot Bogor akan membangun pedestrian sepanjang 500 meter di Jalan Mayor Oking. Bangunan di sekitarnya direvitalisasi untuk mengembalikan tema heritage kawasan. “Kami menargetkan nomor urut pemesanan (NUP) bisa terkumpul hingga 600 unit untuk 400 unit yang dipasarkan,” ungkapnya.

Proyek akan di-launching resmi Maret 2019, pembangunan dimulai (ground breaking) Juni dengan target penyelesaian tiga tahun. Total investasi proyek disebut mencapai Rp500 miliar untuk dua wings.