HousingEstate, Jakarta - Konsep kota pintar atau smart city mulai diterapkan di banyak kota di Indonesia. Smart city adalah konsep penataan kota yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan birokrasi demi kenyamanan dan keamanan warga. Kota Bogor, Jawa Barat, adalah salah satu di antaranya yang mulai menerapkan konsep itu secara bertahap.

Menurut Walikota Bogor Bima Arya, smart city tidak bisa digeneralisir sama di setiap perkotaan, tapi harus disesuaikan dengan apa yang paling dibutuhkan di sebuah kawasan. “Kami di Bogor, penerapan smart city itu prinsipnya mengintervensi pelayanan dengan menggunakan teknologi sehingga mempermudah warga. Kami sudah mulai terapkan untuk perizinan, tata ruang, monitoring kemacetan dan bencana,” katanya kepada housing-estate.com usai seminar “Membangun Perkotaan Transformatif di Indonesia” yang diselenggarakan Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Indonesia (UI), dan ITB di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Dari pengalamannya hampir lima tahun memimpin Kota Bogor, Bima mendapatkan tumpukan masalah hingga perubahan predikat Bogor dari “Kota Hujan” dan “Kota Taman” menjadi “Kota Angkot”. Ia juga memerhatikan perkembangan umumnya perkotaan di Indonesia yang menjadi kota ruko, kota pedagang kaki lima (PKL), kota sampah, dan ketidakteraturan lainnya.

Karena itu berbagai upaya transformatif untuk mengembalikan kota yang nyaman dan memiliki identitas yang kuat perlu dilakukan, termasuk dengan memanfaatkan teknologi. Secara khusus Bima menyebut beberapa kepala daerah yang cukup sukses mentransformasi wilayahnya seperti Ridwan Kamil (Walikota Bandung kemudian Gubernur Jawa Barat), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), dan Azwar Anas (Bupati Banyuwangi).

“Kami akan mengembalikan Bogor menjadi kota dengan tiga identitas: heritage city, green city, dan smart city. Ini sudah mulai dilakukan dan akan terus berproses. Saya sampai dibilang wagiman alias walikota gila taman. Saya nggak terima Bogor yang sejak lima abad lalu sudah berkarakter green city malah tambah semerawut. Untuk pusat bisnis nanti akan difokuskan di wilayah utara guna mewujudkan modern city berbasis teknologi,” tuturnya.