HousingEstate, Jakarta - PT Adhi Commuter Properti (ACP) terus fokus mengembangkan proyek hunian terintegrasi transportasi massal atau transit oriented development (TOD) dengan brand LRT City di jalur kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jabodetabek yang dibangun induk usahanya BUMN PT Adhi Karya Tbk.

Akhir pekan lalu ACP telah memulai pembangunan (ground breaking) tower apartemen pertama berisi 540 unit hunian LRT City Urban Signature (6,2 ha/5 tower/4.500 unit) Urban Signature di Jalan Pengantin Ali, Ciracas, Jakarta Timur.

Menurut Direktur Utama ACP Amrozi Hamidi, pengembangan LRT City di berbagia stasiun LRT Jabodetabek disesuaikan dengan karakter wilayah masing-masing yang menjadi identitas dan ciri paling kuatnya. Jadi, penyediaan sarana dan segala fasilitas di areal proyek akan mengikuti dan menyesuaikan dengan karakter tersebut.

“Konsep hunian TOD untuk mengubah mindset dan itu butuh edukasi dan pemahaman kepada masyarakat,khususnya calon konsumen. Proyek LRT City kami yang di Sentul misalnya, karena itu kawasan untuk liburan, kita perkuat konsepnya dengan sarana dan fasilitas yang mendukung. Tapi, intinya tetap, hunian TOD itu serba praktis, kompak, dan simple. Hanya, environment-nya kita kembangkan disesuaikan dengan karakteristik lokasi proyeknya,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Di LRT City Urban Signature misalnya, ia memastikan yang tinggal di situ akan mendapatkan lingkungan yang nyaman selain kemudahan akses transportasi LRT. Di proyek itu telah disediakan urban farming untuk kegiatan bercocok tanam seakan penghuni memiliki pekarangan.

Nanti tetap akan disediakan tenaga khusus untuk merawat kawasan urban farming itu, sehingga penghuni tidak harus repot menyiram dan melakukan perawatan tanamannya. Saat ground breaking dari kebun itu telah bisa dipanen beberapa sayuran seperti terong, kangkung, bayam, kacang panjang, dan cabe.

Kemudian ada juga saung-saung di sekeliling taman air seperti empang yang bisa digunakan untuk memancing. Taman bermain untuk anak-anak hingga trek joging juga disediakan. Semua fasilitas itu kelak steril dari kendaraan bermotor. Ada akses khusus untuk kendaraan yang akan langsung masuk ke basement apartemen atau properti lain di kawasan.

“Kita bangun juga ruang-ruang komunal untuk berkumpul dan ruang tamu sehingga penghuni tidak perlu diterima di dalam unit. Konsep hunian masa depan di perkotaan ya seperti ini. Yang mau rumah tapak, pilihannya di pinggir kota (Jakarta),” jelasnya.