HousingEstate, Jakarta - Hampir semua industri termasuk properti kini menyasar kalangan muda milenial (lahir awal tahun 1980 sampai menjelang tahun 2000) sebagi konsumen utamanya. Khusus untuk sektor properti, kalangan milenial kerap disebut tidak memprioritaskan pembelian rumah dan lebih fokus memenuhi gaya hidup mencari pengalaman baru (experience) yang keren di up date di medsos.

Dari survei berkala yang dilakukan portal properti Rumah.com terhadap 1.000 milenial (63 persennya berusia 22-35 tahun) di beberapa kota besar Indonesia, terungkap beberapa fakta yang menarik. Menurut Marine Novita, Country Manager Rumah.com, ada tiga alasan yang membuat mayoritas Gen Y itu belum memikirkan untuk membeli rumah.

“Sebanyak 59 persen menyatakan (status) belum menikah menjadi faktor belum terpikirnya untuk membeli rumah. Jawaban lainnya, sebanyak 53 persen mengaku belum punya uang, dan 47 persen masih tinggal bersama orang tua dan merasa harus menjaga orang tuanya sehingga belum merasa harus membeli rumah,” katanya saat acara “Rumah.com Agent Summit 2018” di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Survei lainnya yang dilakukan terkait keinginan kalangan milenial dengan hunian idamannya juga memberikan beberapa fakta. Marine menyebut, hunian yang dekat dengan transportasi publik banyak dipilih kalangan milenial dengan lokasi terbanyak yang dicari di Jakarta dan Bogor, sementara jenis huniannya rumah tapak kemudian baru apartemen.

“Hal-hal seperti ini harus dibaca oleh pengembang dan kita harus terus memperkuat edukasi, bahwa ada banyak produk yang cocok dengan skema maupun cara pembayaran yang khusus ditujukan untuk kalangan milenial. Kami sendiri terus berpikir mencari solusi dan kemudahan milenial mengakses hunian salah satunya dengan survei seperti ini,” jelasnya.