HousingEstate, Jakarta - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) meneken perjanjian kerja sama operasional (PKO) dengan bank penyalur kredit rumah (KPR) bersubsidi dengan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Total ada 25 bank yang meneken perjanjian yang terdiri dari empat bank umum nasional, dua bank umum syariah, 13 bank pembangunan daerah (BPD), dan enam BPD Syariah.

Ke-25 bank itu dinilai mencapai target penyaluran 2018 sesuai kuota yang disepakati masing-masing dengan PPDPP waktu itu. Sementara pencapaian 19 bank lain dinilai masih jauh dari target yang disepakati. Total ada 44 bank yang meneken PKO penyaluran KPR FLPP sepanjang 2018.

“Dalam PKO hari ini ada penyesuaian kuota terhadap bank pelaksana yang kinerjanya masih rendah, ke bank bank yang mengajukan penambahan kuota. Ini supaya bank berhati-hati dalam melakukan perencanaan kuota dengan memerhatikan kapasitas internal serta potensi penawaran dan permintaan rumahnya,” kata Budi Hartono, Direktur Utama PPDPP, dalam acara penandatanganan PKO dengan 25 bank itu di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Ia menjelaskan, dengan ditandatanganinya PKO ini maka bank pelaksana juga wajib memastikan pelaku pembangunan rumah atau pengembang yang membangun rumah bersubsidi telah memenuhi kelaikan fungsi bangunan termasuk kelengkapan sarana dan utilitas umum sebagai bagian dari proses akad kredit.

Di sisi lain pembenahan internal PPDPP juga terus dilakukan. Dengan sistem e-FLPP yang telah dikembangkan sejak tahun 2016, Budi menjamin komitmen dana subsidi akan cair dalam tiga hari. Saat ini juga tengah dikembangkan sistem house to house antara PPDPP dan bank penyalur untuk memastikan data yang masuk tepat dan nasabah penerima memang orang yang berhak.

“Kami juga akan melakukan assessment kepada bank yang tidak bisa memenuhi kuotanya. Bank yang telah memenuhi assessment bisa mengajukan lagi (untuk ikut menyalurkan KPR FLPP) periode April tahun depan,” ujarnya.

PPDPP sejak tahun 2010 hingga 14 Desember 2018 telah menyalurkan dana FLPP senilai Rp35,76 triliun untuk 566.774 rumah. Tahun 2018 ini dari target pembiayaan 58 ribu unit, yang tercapai baru 85 persen karena tahun ini difokuskan pada ketepatan target sasaran. Untuk tahun 2019 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp5,2 triliun selain tambahan dari pengembalian pokok bergulir sebesar Rp1,9 triliun. Jadi, total ada anggaran Rp7,1 triliun yang bisa digunakan untuk membiayai 68.858 unit rumah.