HousingEstate, Jakarta - Space (ruang/lahan) menjadi persoalan pelik di tengah perkotaan yang sangat padat seperti Jakarta. Harga lahan yang sangat mahal membuat ruang-ruang hunian makin terbatas sehingga penataan interiornya menjadi sangat penting untuk membuatnya tetap nyaman didiami. Penataan ruang yang kompak dan fungsional menjadi satu-satunya pilihan.

Lokasi: Show unit 57Promenade, Jalan Teluk Betung, Kebon Melati, Jakarta Pusat
Luas: 55 m2 (1 BR)
Desainer Interior: Ines Gerlach Interior (Singapura)

Proyek hunian terpadu (mixed used development) Fifty Seven (57) Promenade di atas tanah 3,2 ha di Jl Teluk Betung, Kebon Melati, Jakarta, hasil pengembangan PT Intiland Development Tbk ini ingin menunjukan ada banyak hal yang bisa dikreasikan untuk memaksimalkan space yang terbatas itu.

Berlokasi di sekitar kawasan pusat bisnis utama Bundaran Hotel Indonesia (HI), proyek akan diintegrasikan dengan grand hub Dukuh Atas yang mempertemukan semua moda transportasi massal di Jabodetabek (kereta komuter, kereta bandara, bus rapid transit/BRT Transjakarta, mass rapid transit/ MRT dan light rapid transit/LRT). MRT dan LRT akan segera beroperasi tahun ini dan tahun depan bersamaan dengan serah terima unit apartemen 57 Promenade di dua menara pertama.

Living room terasa lapang

Meja makan lipat, partisi ruang bisa digeser

Tahap pertama 57 Promenade mengembangkan dua menara apartemen di atas lahan 1,3 ha. Yaitu, City 57 (24 lantai) dan Sky 57 (49 lantai) mencakup total 496 unit hunian. Saat ini masih tersedia tipe seharga Rp4,8-6,9 miliar/unit. Unit terkecil 41 m2 seharga Rp2,8 miliar dan yang terbesar 182 m2 seharga Rp9,9 miliar/unit sudah habis. Proyek yang diluncurkan Agustus 2017 ini membukukan penjualan yang baik senilai Rp2,24 triliun dari total nilai proyek tahap pertama Rp2,6 triliun. Pengembangan tahap pertama ditargetkan beroperasi kuartal tiga 2022.

Menurut Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, konsumen menyukai 57 Promenade kendati pasar secara umum masih lesu, karena berlokasi di kawasan bisnis utama Jakarta yang sudah sangat matang dilengkapi fasilitas premium mulai dari menara perkantoran, pusat belanja sampai hotel, dilewati semua moda transportasi massal, dan harga unitnya kompetitif. Pada tahap dua 57 Promenade akan mengembangkan satu tower apartemen servis, satu tower menara perkantoran strata title, dan satu menara perkantoran sewa, serta properti ritel.

Banyak tempat penyimpanan tersembunyi

Multi fungsi – fungsional

Kita bisa mengambil inspirasi desain unit serba kompak multifungsi itu dari show unit apartemen 57 Promenade tipe satu kamar tidur (KT) berukuran 55 m2 yang dirancang Ines Gerlach Interior (Singapura) ini. “Konsepnya intelligence transformable spacious melalui penggunaan furnitur yang serba multifungsi. Sekitar 5-10 tahun mendatang konsep apartemen di perkotaan akan seperti ini. Contohnya di Tokyo, Hongkong, dan kota-kota besar dunia lain yang sudah sangat padat, apartemennya dirancang simpel, sangat kompak namun tetap fungsional,” kata Trijas Hwe, Pimpinan Proyek 57 Promenade.

Sementara kesan mewah dihadirkan dengan menggunakan warna putih di hampir seluruh furniturnya. Selain mewah, warna putih juga membuatnya terlihat lebih rapi serta memberi kesan spacious di ruang yang tidak terlalu luas. “Kami menawarkan banyak ide desain dan layout di ruang terbatas untuk menyiasati mahalnya harga lahan di pusat kota. Tren perkotaan memang seperti ini, semua serba praktis, kompak, makanya kamar hotel sekarang juga makin kecil,” jelasnya.

Cermin + rak sepatu

Tempat simpan kursi lipat

Lipat-Geser-Dorong

Hampir semua furnitur pada unit contoh ini memiliki fungsi ganda. Bisa dilipat, digeser, dan didorong untuk menyesuaikan dengan aktivitas dan kebutuhan penghuni. Masuk dari pintu ada cermin besar yang bagian belakangnya dijadikan sebagai tempat penyimpanan alas kaki. Di bagian atas pintu terdapat rak siku untuk menyimpan barang (storage). Ada pula rak besar yang menutupi seluruh bagian dinding, sofa, meja kecil, meja pajang, hingga berbagai rak multifungsi. Di bagian belakang rak dibuatkan bidang tipis yang saat ditarik menyimpan delapan kursi lipat. Rak besarnya bila dibuka, bagian dalamnya menyimpan kompor, sink, kulkas, hingga storage. Masih ada sofa yang bila dibuka bisa menjadi tempat tidur, hingga rak TV yang bisa digeser untuk mendapatkan ruang yang lebih luas. Satu-satunya furnitur yang fix ada di kamar mandi.

Aneka Meja Banyak Fungsi

Meja di unit apartemen juga dibuat multifungsi seperti meja pajang yang bisa diangkat menjadi kursi malas. Meja makan kecil yang menempel di dinding, tinggal ditarik untuk tempat makan berdua. Meja kecil lain dengan lebar 50 cm, bagian bawahnya memiliki rel seperti akordion yang membuatnya bisa ditarik sampai tiga meter sehingga bisa digunakan untuk tempat makan 8-10 orang. Bilah-bilah atau papan meja tersimpan di balik rak kitchen. Sedangkan kursi kecil jika dibalik akan berfungsi sebagai tangga guna meraih barang di rak-rak yang tinggi. “Furnitur dan ruang tidak perlu terlihat (semua). Yang penting begitu ditarik, didorong, atau digeser, kita mendapatkan fungsi-fungsi yang diinginkan,” ujar Trijas. Sebagian besar furnitur masih diimpor, karena masih sulit menyediakan hardware yang kuat dan cocok seperti engsel di sini.

Saat terlipat jadi simpel

Meja kecil jadi meja panjang

Kamar Tidur dan Living Room Fleksibel

Di ruang beristirahat tempat tidur diletakkan di balik rak dan lemari. Saat rak diputar akan terlihat tempat tidur lipat yang harus ditarik sebelum digunakan. Sisi-sisi tempat tidur juga bisa ditarik untuk menghadirkan nakas (meja kecil di samping tempat tidur). Sedangkan rak TV yang didesain full dari lantai hingga plafon berfungsi juga sebagai pembatas area kamar tidur dengan ruang keluarga (living room). Rak tinggi ini bisa didorong untuk mendapatkan kamar tidur yang lebih luas. Sebaliknya saat penghuni kedatangan banyak tamu, rak bisa didorong lagi ke arah sebaliknya untuk mendapatkan living room yang lebih luas.