HousingEstate, Jakarta - Kantor yang tidak berjarak dengan rumah kini menjadi pilihan sebagian orang yang menyukai fleksibilitas dalam bekerja. Waktu kerja yang panjang dan suasana kantor yang lebih kasual banyak dipertimbangkan orang belakangan ini. Kebutuhan produk semacam itu yang coba ditangkap PT Metropolitan Karyadeka Ascendas (MKA) dengan menawarkan konsep work office home office (WOHO) di proyek superblok One Parc Puri (OPP/9,7 ha) di kawasan Metland Cyber City (MCC/60 ha) di Karang Tengah, Kota Tangerang (Banten).

Lokasi  : show unit Work Office Home Office (WOHO), One Parc Puri, Tangerang
Luas: 98-147 m2 (2 lantai, semigross)
Desainer Interior: Swan & Maclaren (Singapura)

Dari tiga tower yang dikembangkan di tahap pertama, dua tower pertama Orchidea (41 lantai) dan Olea (34 lantai) siap dijual ke pasar. Di menara Olea developer khusus merancangnya  berisi perkantoran dengan konsep work loft atau WOHO seharga Rp2,2 miliar/unit. Satu unit terdiri dari dua lantai yang masing-masing dipergunakan secara terpisah untuk kantor di bagian bawah dan rumah tinggal di lantai atas.

Keduanya dapat terhubung oleh tangga di bagian dalam, namun akses pintu tetap terpisah antara kantor dan tempat tinggal dengan dua lift yang berbeda pula. “Lantai ganjil untuk office, genap untuk residensial. Nggak akan ada orang pakai daster (dari apartemen) lewat atau masuk kantor karena lobi dan liftnya terpisah,” terang Head of Department Sales & Marketing MKA Jisca.

Produk unik ini diklaim baru ada pertama kali di Indonesia dan bahkan belum pernah ada tipologi serupa di negara lain. Luasan WOHO ditawarkan mulai dari 98 m2 hingga 147 m2 yang dilengkapi dengan dua kamar mandi dan dua dapur.  Unit contoh WOHO hasil rancangan Swan & Maclaren yang berkantor di Singapura ini dikonsepkan bergaya industrial look yang terlihat rapi dan modern.

Terbuka dan Rapi

Dinding abu-abu yang diberi finishing seperti berdebu mengangkat kesan industrial yang kuat di area kantor. Unit-unit meja dari kayu berwarna cokelat tua disusun terbuka dan saling terhubung. Area penyimpanan memanfaatkan dinding dengan rak-rak terbuka yang diatur rapi. Paduan ambalan kayu berwarna putih dan batang-batang logam berbentuk kotak bercat hitam memperkuat kesan yang tidak formal pada suasana kantor kasual. Ruang untuk pertemuan diberi batas fisik dengan sekat dari kaca transparan. Secara visual, pandangan tetap menyatu antar-ruangan dan dapat saling menembuskan cahaya. Ruangan diisi meja persegi panjang dengan kursi-kursi berdesain modern yang tampak langsing, yang tidak memakan banyak tempat. Aksen lampu gantung di sudut ruang menjadi dekorasi menarik yang menyedot perhatian.

Maskulin dan Privat

Nuansa maskulin dari dinding monokrom berwarna abu-abu seperti beton ekspos kembali dihadirkan pada area tempat tinggal di lantai atas. Area dibagi dua untuk fungsi semi publik dan privat. Area utama ini bisa dipisahkan lebih privat dengan dinding geser yang menutupnya dari akses menuju ke dapur, kamar mandi dan tangga. Ruang duduk dan meja makan ditempatkan dalam satu area dengan kesan yang kontras. Salah satu sisi ditonjolkan dengan warna abu-abu terang pada area sofa dan sisi meja makan dengan dua buah kursi dihadirkan berwarna gelap cokelat kehitaman.

Area tempat tidur yang privat hanya dibatasi dengan lemari kaca semi transparan berwarna kehitaman dari bagian lain yang berfungsi semi publik. Dipan ditempatkan sejajar dengan garis balkon yang memanjang di sampingnya. Di muka tempat tidur ditempatkan meja multifungsi dengan desain melayang tanpa kaki. Meja ditampilkan dalam bentuk persegi sederhana dengan lapisan akhir putih mengilap (glossy).

Dapur

Dapur dirancang segaris memanjang mengisi ruang setelah pintu masuk dan berhadapan dengan tangga. Ditata simpel dengan balutan set kabinet warna putih bersih dipadu permukaan meja dari granit warna abu-abu. Permukaan meja dibuat seragam dengan warna dinding belakang (backsplash) dan serasi dengan warna logam yang terpancar dari peralatan memasak.