HousingEstate, Jakarta - Pembangunan proyek transportasi massal mass rapid transit (MRT) Jakarta telah memasuki tahap akhir. Progres proyek dengan rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) sepanjang 16 km telah mencapai 98,10 persen, dengan perincian elevated section (Lebak Bulus-Bundaran Senayan) 97,80 persen dan underground section (Bundaran Senayan-Bundaran HI) 98,41 persen.

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar, saat ini tengah dilakukan proses pengerjaan yang bersifat minor seperti pintu masuk dan seputar interior di sejumlah stasiun MRT. “Kita targetkan Februari atau Maret sudah 100 persen. Saat ini 16 rangkaian keretanya juga sudah ada di Depo Lebak Bulus. Prinsipnya sudah siap unutk operasional,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Nantinya setiap rangkaian MRT akan terdiri dari enam gerbong, sehingga total 16 rangkaian seluruhnya berjumlah 96 gerbong. Kereta yang dinamakan Ratangga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu juga sejak bulan Desember 2018 telah melakukan testing positioning, pararel dengan uji coba rangkaian kereta hingga Maret 2019 termasuk pelatihan dan sertifikasi 71 orang masinis yang akan mengoperasikan MRT.

Selanjutnya untuk memberikan informasi kepada masyarakat di Dukuh Atas yang dijadikan kawasan property terintegrasi moda transportasi massal (TOD), dibuat juga pusat informasi yang bernama mini information centre Moda Raya Terpadu (MRT). Di sini masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai layanan MRT, tata cara menggunakan fasilitas MRT, dan lainnya.

“Uji coba kita lakukan untuk mengetahui waktu tempuh dari skenario 5-10 menit ketika jam sibuk dan tidak sibuk. Pertengahan Februari nanti uji coba akan melibatkan masyarakat hingga pertengahan Maret, setelah itu baru operasional secara komersial. Jarak tempuh Lebak Bulus ke Bundaran HI sekitar 30 menit dengan pemberhentian di 13 stasiun,” jelas William.