HousingEstate, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan jalan tol Jawa (Trans Jawa) sudah tersambung mulai dari Merak hingga Grati, Pasuruan, sepanjang 933 km. Jalur tol itu telah digunakan untuk akses mudik saat Natal 2018 dan tahun baru 2019 dan disebut telah banyak memangkas waktu perjalanan.

Dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Rabu (2/1/2019), pengguna ruas tol banyak yang memberikan apresiasi dan testimoni melalui beberapa akun media sosial Kementerian PUPR. Misalnya pemilik akun @permakpojokjahit_id memberikan testimony,”Ntapplah..pagi ini br sj mamaku sampai dr sby-jogja hnya btuh wktu 4jam saja include istrhat. matur nuwum sanget pak basuki dan seluruh team, semangat menyatukan Indonesia.”

Pemilik akun lainnya @lendrasupardi memberikan komentar,”Mantap. Saya otw Bekasi-Jepara hanya 7 jam lancar jaya. Kerja keras memang tidak mengecewakan hasilnya.”

Pada kesempatan lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pernah menyampaikan, manfaat jalan tol Trans Jawa bukan hanya sebagai penghubung transportasi antar kota tapi juga integrasi untuk kawasan industri.

“Trans Jawa akan memperlancar jalur logistik sehingga vendor di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Kawarang supaya dekat dengan pabrik utama, karena pengirimannya bisa lebih mudah. Dulu pengiriman hanya sehari sekali, sekarang bisa tiga kali per hari sehingga harapannya Trans Jawa juga mendukung peningkatkan daya saing produk kita di pasar global,” katanya.

Trans Jawa juga telah memicu pembangunan berbagai kawasan industri sehingga tidak terpusat lagi di Cikarang dan Karawang di Jawa Barat. Beberapa wilayah seperti Kabupaten Pemalang, Semarang, Kendal, Klaten, Sidoarjo, dan lainnya telah menjadi sangat berkembang dengan tersambungnya Trans Jawa.

Basuki juga menyebut, jalan tol itu telah mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di banyak rest area jalan tol. Salah satu contohnya di rest area km 538 tol Sragen-Ngawi yang didominasi kuliner lokal seperti Soto Kwali, Lontong Opor, Soto Madura, Baso Malang, dan berbagai kedai kopi dari produk kopi lokal.

“Khususnya untuk Pulau Jawa, Trans Jawa akan memberika kepastian pengiriman logistik, memangkas biaya angkutan, dan mengurangi waktu tempuh (delivery time) pengiriman barang. Dengan kepastian waktu tempuh, investor bisa membuat business plan lebih matang sehingga akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah,” jelas Basuki.