HousingEstate, Jakarta - Pemerintah terus membangun jalan tol untuk mengurai kepadatan lalu lintas di hampir semua jalan utama di kota-kota besar Indonesia. Di megapolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) misalnya, setelah jalan layang (elevated) tol Jakarta-Cikampek II (58,5 km) yang progresnya sudah mencapai hampir 60 persen yang dibangun PT Jasa Marga Tbk sejak tahun 2016, juga langsung dibahas pembangunan tol Jakarta-Cikampek II sisi selatan.

Menurut Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, ruas Jakarta-Cikampek II sisi selatan akan membentang sepanjang 64 km dari Jatiasih (Bekasi) hingga Sadang (Purwakarta). “Sekarang kami masih koordinasi dengan Perum Perhutani, karena kebanyakan lahannya milik Perhutani. Selain itu melakukan sosialisasi dengan Pemprov Jawa Barat dan masyarakat yang akan terdampak proyek itu,” katanya sebagaimana dikutip dari laman resmi Jasa Marga, Rabu (2/1/2019).

Jalan tol Jatiasih hingga Sadang nanti akan membuat wilayah sepanjang Cikampek Selatan ikut berkembang dan maju. Proyek-proyek properti seperti perumahan, perkantoran, hingga fasilitas ritel akan meningkat, sehingga diasumsikan dampak ekonominya sangat baik bagi masyarakat sekitar.

Jalan tol Jakarta-Cikampek sisi selatan itu akan melintasi lima kabupaten dan kota, 12 kecamatan, dan 33 kelurahan atau desa yang seluruhnya berada di wilayah Jawa Barat. Desi menyebut, pengerjaan ruas tol itu akan dilakukan awal tahun ini dengan target operasional tahun 2021.

“Jadi, kita akan memiliki tiga ruas tol di koridor Jakarta-Cikampek. Yang eksisting, tol Jakarta-Cikampek layang, dan Jakarta-Cikampek sisi selatan. Sisi selatan ini merupakan antisipasi. Daripada ditunda, malah bikin makin susah karena ruas Jakarta-Cikampek ini akses utama yang trafiknya sangat padat. Proyek jalur selatan ini akan memakan investasi Rp14,7 triliun,” jelasnya.