HousingEstate, Jakarta - Dulu untuk mencari rumah, orang harus berkeliling ke berbagai lokasi dan/atau mendatangi pameran. Proses mencari itu sering tidak cukup sekali tapi bisa berkali-kali. Untuk rumah tertentu orang juga perlu jasa broker untuk mendapatkannya agar terhindar dari masalah. Jangan heran kalau rumah disebut sebagai pengeluaran pribadi terbesar seseorang selama hidupnya. Bukan hanya karena harganya yang mahal, tapi juga karena proses mendapatkannya yang panjang. Ibaratnya, kita perlu memeriksa puluhan rumah, mengerucutkannya menjadi beberapa yang kira-kira paling sesuai dengan kriteria kita, sebelum memutuskan membeli salah satunya.

Calon konsumen harus memahami pasar dan produk propertinya dengan baik sebelum memesan secara online.

Tapi, revolusi digital 4.0 mengubah segalanya termasuk cara mencari rumah. Kendati penyelesaian transaksinya tetap secara luring (luar jaringan) atau offline, proses mencari rumah kini jauh lebih ringkas dan mudah dengan munculnya situs-situs jual beli properti daring (dalam jaringan) atau online. Jadi, kita tidak perlu lagi berkelana secara fisik untuk mencari properti yang diidamkan.

Awalnya situs-situs itu hanya berupa lapak (market place) tempat orang memajang propertinya (seken atau baru), sendiri atau melalui broker, dengan transaksi diselesaikan sendiri atau do it yourself (DIY). Namun, belakangan muncul situs-situs yang juga menjadi pemandu dan ruang pamer maya bagi konsumen dengan fokus garapan utama properti baru (primary) yang dikembangkan perusahaan developer.

 

O2O dan ruang pamer

UrbanAce (PT Puncak Properti Solusindo) yang dirilis akhir 2016 misalnya, menyebut dirinya sebagai real estate marketing solutions yang mengintegrasikan sistem online dengan offline atau O2O. “Di sini semua ditangani agen profesional yang kita sebut ambassador. Mulai dari beli, furnishing (penataan ruang dan pengisian perabot), sampai penjualan kembali dan penyewaan sesuai permintaan konsumen. Jadi, bukan sekedar listing, promosi, dan sharing, kemudian transaksinya do it your self,” kata Ronny Wuisan, Founder dan Chief Executive Officer (CEO) UrbanAce, kepada housingestate.id beberapa waktu lalu.

Karena total solution itu, UrbanAce juga bekerja sama dengan portal seperti Dizen dan Fabelio untuk jasa desain interior dan penyediaan furnitur. “Beli properti itu juga perlu intimate (suasana yang akrab dan menyenangkan). Karena itu kita tidak bisa hanya menjadi realtor (perantara transaksi) tapi juga adviser dan friend bagi konsumen,” ujarnya. Saat ini UrbanAce mengklaim sudah bekerja sama dengan belasan grup usaha properti ternama di Indonesia.

Sementara propertyexpo.id yang diluncurkan pertengahan tahun lalu memposisikan diri sebagai ruang pamer properti secara maya. “Dengan situs ini konsumen tidak perlu mendatangi lokasi proyek atau pameran (offline) untuk mendapatkan properti yang diinginkan. Propertyexpo.id menyediakan gambaran yang jelas mengenai produk serta proses dan aneka kemudahan cara mendapatkannya,” kata Ali Tranghanda, founder propertyexpo.id yang juga CEO Indonesia Property Watch (IPW).

Supaya lebih fokus memasarkan proyek-proyeknya, pameran maya di propertyexpo.id dibuat secara tematis. Tahap pertama misalnya, temanya #HunianZamanNow dengan target utama kaum milenial. Di pameran itu hadir 20 booth pengembang yang menampilkan 43 proyek perumahan dan apartemen di berbagai kota dari segmen bersubsidi sampai properti komersial seharga Rp1 miliaran. Propertyexpo.id membatasi 30 booth di setiap pameran yang bisa diisi hingga enam proyek per booth. “Tema pameran dibuat setiap empat bulan dikaitkan dengan tren, kebutuhan, dan periode tertentu,” ungkapnya. Peserta pameran wajib memberikan diskon dan kemudahan cara bayar.

 

Semua bisa ikut menjual

Lain lagi PropertyPro, situs ini ditujukan untuk broker properti yang ingin ikut memasarkan properti baru dari perusahaan developer. Situs yang didirikan sejumlah mantan anggota senior Lippo Land Club, klub pemasaran properti bentukan Lippo Group, sudah mulai diperkenalkan sejak awal Februari tahun lalu.

Menurut Dopur Eduardus, Presiden Direktur PropertyPro, PropertyPro menekankan penggunaan aplikasi untuk mempermudah agen menjual properti. Aplikasinya tersedia di Google Play dan Appstore. Melalui aplikasi itu tersedia informasi mengenai proyek secara sangat terperinci, mulai dari harga, spek, fasilitas sampai tipe dan gambar unitnya.

“Jadi, agen tidak perlu kerepotan cari informasi proyek terbaru. Tinggal menjelajahi, men-download brosur, dan pricelist, kemudian membagikannya melalui aplikasi PropertyPro. Agen pun lebih mudah memasarkan proyek tanpa harus berhubungan langsung dengan developer. Sekali sentuh (touch), agen bisa share informasi ke mana-mana,” katanya.

Orang awam yang ingin menambah penghasilan pun boleh ikutan memasarkan properti yang dijajakan di PropertyPro setelah sebelumnya mengikuti semacam training. “PropertyPro secara berkala akan memberikan informasi mengenai proyek baru, product knowledge (PK)-nya, serta training (online dan offline) kepada para member-nya,” ungkapnya. Komisi bagi broker 2–3 persen plus extra rewards bagi yang berhasil mencapai nilai penjualan tertentu. Saat ini ia menklaim sudah lebih dari 3.000 agen yang mendaftar di PropertyPro dan sejumlah developer ternama juga sudah menjalin kerja sama

Sebelumnya akhir 2014 Paramount Land, pengembang kota baru Paramount Serpong (700 ha), Tangerang (Banten), dan beberapa proyek hunian terpadu lain serta properti komersial di Manado, Semarang dan kota-kota lain, sudah lebih dulu meluncurkan SuperPro, situs online dan outlet yang khusus memasarkan produk-produk properti Paramount Land.

“Melalui situs ini konsumen bisa membeli semua produk Paramount Land di berbagai lokasi dari tempat tinggal masing-masing,” kata Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land. Sementara outletnya dibangun di lokasi proyek dan di lokasi strategis lain di berbagai kota yang ramai dan mudah diakses calon konsumen. Di outlet SuperPro dihadirkan show unit (unit contoh) dan semua informasi produk serta aneka promo dan insentifnya seperti diskon harga dan subsidi bunga KPR. Informasi tersedia dalam bentuk manual dan audio visual.

“Sembilan puluh lima persen informasi terkait produk bisa didapat di SuperPro, selanjutnya tinggal lihat barangnya,” ujarnya. Jadi, konsumen bisa memilih dan membandingkan semua produk Paramount Land secara online, dan kalau cocok bisa dilanjutkan dengan transaksi di outlet. Sebagian outlet dibangun sendiri oleh Paramount, sebagian lagi berupa kemitraan dengan broker properti berbadan hukum dengan stafnya dilatih Paramount.

Saat ini sudah ada lebih dari 70 outlet SuperPro di seluruh Indonesia. Lima di antaranya dibangun Paramount di lokasi proyeknya. Sejumlah bank penyalur KPR/KPA juga disebut membuka counter di outlet SuperPro. “Kami menyiapkan orang-orang yang kompeten soal produk, pembiayaan, perpajakan dan lain-lain untuk membantu konsumen, bukan hanya menjual. Yang masih bingung bisa berkonsultasi,” kata Ervan.

Lelang online Bank BTN

Bank BTN tak ketinggalan melansir portal online rumahmurahbankbtn.com yang menawarkan rumah yang kreditnya macet untuk dibeli siapapun lewat mekanisme lelang. Menurut Direktur Collection & Asset Management Bank BTN Nixon LP Napitupulu, rasio kredit bermasalah atau NPL BTN tahun lalu 2,77 persenatau senilai Rp3,5 triliun. Sebanyak Rp2,8 triliun merupakan kredit rumah tapak mencakup 45 ribu unit rumah tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami buat portal rumahmurahbankbtn.com untuk menginformasikan kepada masyarakat kalau ada pilihan lain membeli rumah dari aset kami yang macet. Yang kami masukkan di portal hanya rumah yang legalitasnya sudah free and clear. Harga rumahnya lebih miring mulai dari Rp40 jutaan per unit,” katanya saat meluncurkan portal itu di Jakarta pertengahan April tahun lalu.

Di rumahmurahbankbtn.com konsumen bisa memilih rumah menurut lokasi, harga, dan kantor cabang Bank BTN. Bila tertarik, petugas BTN akan menginformasikan secara aktif aneka persyaratan mengikuti lelangnya melalui whatsapp (WA). Di portal juga akan dipasang foto petugas BTN yang menangani rumah, sehingga konsumen bisa langsung mengenali wajahnya saat mendatangi kantor cabang untuk menyelesaikan transaksi setelah menang lelang. “Yang menang lelang kita kasih kemudahan membeli dengan KPR (BTN) lelang,” ujar Nixon.

 

Harus Paham

Menurut Ervan, kemudahan akses dan perluasan pasar merupakan alasan utama pembentukan situs properti daring seperti SuperPro. Alasan lain, revolusi digital yang menuntut kepraktisan dan kemudahan. “Melalui web orang jadi lebih mudah cari properti dan membuat perbandingan,” katanya. Pemasaran properti secara online makin menjadi keniscayaan karena makin dominannya pasar milenial dan generasi digital.

“Sekarang sebagian milenial itu sudah bekerja dan karena itu mulai cari rumah. Mereka lebih senang mencari apapun lewat internet karena lebih praktis, cepat, dan mudah dibandingkan. Karena itu properti online jadi keniscayaan,” kata Ronny. Tentu saja ada prasyarat agar pemasaran properti secara online itu bisa sukses. Yang terutama adalah kredibilitas. “Dan, itu harus dibangun dan dipupuk,” kata Ali.

Caranya, dengan menampilkan proyek yang sudah terverifikasi dan jelas legalitasnya. Minimal sudah mengantungi SIPPT atau dalam proses pengurusan site plan (IMB), dan reputasi developernya sudah dikenal bagus. “Syarat lain di propertyexpo.id  proyek bisa mejeng kalau pengembangnya sudah jadi anggota asosiasi REI atau APERSI,” ungkapnya.

Kemudian situs menyajikan secara lengkap, transparan, dan jujur segala informasi mengenai proyek, mulai dari lokasi, konsep pengembangan dan desain, spek, kondisi lingkungan, akses, tipe-tipe unit, harga, kepastian serah terima, layanan purna jual sampai garansi (kalau ada), disertai ilustrasi visual yang mendukung. Secara berkala situs juga melakukan edukasi mengenai bagaimana mencari dan memilih properti yang baik, memahami legalitasnya dan cara bertransaksi yang aman.

Intinya, situs harus membantu membuat orang kenal dan memahami produk dengan baik. “Membeli properti tidak bisa seperti membeli produk elektronik. Konsumen juga harus paham legalitas dan kondisi pasar supaya transaksinya aman dan menguntungkan. Apalagi kalau belinya untuk investasi. Karena itu informasi lengkap saja tidak cukup, anda juga tetap perlu jasa broker profesional,” kata Tony Eddy, Presiden Direktur Keller Williams Indonesia, perusahaan broker properti asal Amerika Serikat (AS).

Pentingnya pengenalan produk dan pasar itu terbukti di SuperPro, yang konstribusinya terhadap total penjualan perseroan diklaim sudah mencapai delapan persen. “Kami kaget respon dari online ternyata cukup besar. Konsumennya repeat buyer (pembeli berulang) yang sudah tahu produk kami dan karena itu tidak ragu lagi (membeli),” kata Direktur Marketing Paramount Land Andreas Nawawi. Ali sepakat pengenalan dan pemahaman produk sangat penting. “Karena itu propertyexpo.id secara berkala juga akan memberikan edukasi kepada konsumen serta menyajikan analisis by general dan by project sebagai panduan,” jelasnya.