HousingEstate, Jakarta - Semua tahu cara paling mudah mendapatkan rumah adalah dengan membelinya menggunakan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA). Bagi yang tidak mampu membayar uang muka atau down payment (DP)-nya, sekarang semua pengembang menawarkan promo depe bisa dicicil. Ada yang 3-6 bulan saja, ada pula yang sampai 36 bulan. Bersamaan dengan itu di pasaran juga muncul penawaran kredit uang muka dari perusahaan financial technology (fintech) seperti Gradana yang disebut GraDP.

Rumah yang dibeli dengan kredit uang muka lebih banyak pilihannya dan sudah dipecah sertifikatnya.

Pertanyaannya, mana yang lebih bagus mengambil promo depe bisa diangsur dari pengembang itu atau kredit uang muka saat membeli rumah? Kalau berpatokan pada nilai cicilan uang muka yang harus dibayar setiap bulan, sama saja baik mengambil promo depe bisa dicicil maupun kredit uang muka.

Yang penting basis perhitungannya sama. Yaitu, price list pengembang menurut harga KPR. Misalnya, rumah tipe 94/80 di sebuah perumahan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, bila dibeli dengan GraDP bertenor 24 bulan seharga Rp2 miliar/unit sudah termasuk PPN. DP-nya 20 persen bisa diangsur 24 bulan atau Rp16,86 juta/bulan. Setelah itu sisanya Rp1,6 miliar dilunasi dengan KPR. Bila DP dilunasi dengan promo DP dicicil dari pengembang selama 24 bulan juga, angsurannya tentu sama saja.

“Bedanya, DP dicicil hanya berlaku untuk produk pengembang itu saja. Sedangkan kredit uang muka seperti GraDP bisa untuk banyak perumahan (yang bekerja sama dengan Gradana). Perumahan yang tadinya tidak mampu memberikan promo depe bisa dicicil, dengan kredit uang muka dari kita jadi bisa. Pilihan konsumen pun jadi lebih luas,” kata Angela Oetama, co-Founder Gradana, kepada housingestate.id.

Selain itu, rumah yang dibeli dengan kredit uang muka seperti GraDP sudah dipecah sertifikatnya. Bandingkan dengan rumah yang dibeli dengan DP bisa dicicil yang sertifikatnya masih dalam proses. Karena sertifikatnya sudah dipecah, pembelian rumah dengan kredit uang muka lebih aman bagi konsumen dari kemungkinan wan prestasi. “Selain itu konsumen juga lebih mudah mendapatkan KPR setelah kredit uang muka lunas. Nggak harus dengan KPR dari bank yang sudah bekerja sama dengan pengembang,” jelasnya.

Supaya pengembang segera memproses pemecahan sertifikat rumah ke kantor pertanahan, fintech yang memberikan kredit uang muka membayar di depan harga rumah dengan harga diskon ke rekening developer. Dampak lebih jauh, pengembang pun bisa lebih cepat dan pasti membangun rumah. Jadi, setelah kredit uang muka lunas dan akad KPR ditandatangani, beberapa bulan kemudian rumah sudah jadi dan bisa diserah-terimakan. Ini kelebihan lain kredit uang muka bagi konsumen

Memang, untuk rumah yang dibeli secara tunai bertahap berjangka pendek, harganya bisa jauh lebih rendah. Untuk contoh rumah di atas, harga tunai bertahap enam bulan hanya Rp1,74 miliar. Namun, cicilan yang harus disediakan konsumen untuk mendapatkan rumah itu juga sangat besar, yakni Rp290 juta/bulan. Itu pun serah terima rumah mungkin tetap 1,5 tahun atau bahkan dua tahun kemudian dengan sertifikat rumah menyusul 1-2 tahun berikutnya. Sekarang terpulang pada anda, mau beli rumah dengan promo depe bisa diangsur atau menggunakan kredit uang muka.