HousingEstate, Jakarta - Pameran arsitektur rutin yang digagas sejumlah arsitek muda bertajuk “Space Inception Series” digelar di Sunset Limited, Kemang, Jakarta Selatan, pertengahan Juli tahun lalu. Pameran ketiga kali ini mengangkat tema arsitektur komersial, program ruang untuk mendukung perkembangan bisnis dan ekonomi. Kami menilai layak ditampilkan juga di housingestate.id sebagai pembelajaran atau inspirasi bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

Mengkomersialkan arsitektur komersial ke dalam media grafis agar mudah diingat.

Bangunan komersial umumnya dirancang dengan kekhasan arsitektur yang mudah diingat (ikonik) dan mewakili identitas inisiatornya. Potensi untuk diingat dari sebuah karya arsitektur dicoba digali melalui media seni grafis yang bersifat dua dimensi. Seluruh karya arsitektur yang dipamerkan dipindahkan menjadi bentuk lain yang lebih sederhana sehingga mudah diingat masyarakat.

Para arsitek itu berkolaborasi dengan desainer grafis Raditya Aulia & Josia Rajagukguk untuk menerjemahkan masing-masing karya ke dalam poster grafis yang menarik. Medium dua dimensi yang dihasilkan bisa diaplikasikan dalam produk sehari-hari untuk mempopulerkan sebuah karya arsitektur sehingga mudah diingat.

“Poster grafis itu bisa menempel di produk kaos, tas, atau sebuah postcard yang diperjualbelikan, sehingga komersialisasi berjalan dan karya arsitekturnya berpotensi diingat orang,” kata Farrizky Astrawinata, salah satu arsitek penggagas pameran. Kegiatan yang memamerkan delapan karya arsitektur komersial ini ditutup dengan diskusi desain bersama arsitek Achmad Noerzaman.

Para arsitek muda yang terlibat dalam pameran adalah Andi Alif, Andi Pratama (ANDP arsitek), Erick Budhi & Budiarti Prananingrum (BEstudio), Farrizky Astrawinata & Priyanto (Moreids), Michael J. Brohet (MJB architects), Noerhadi Kritz (RDMA), Romadhona & Kusneri (Studiork) dan Sigit Kusumawijaya. Berikut beberapa contoh karya arsitektur komersial yang dipamerkan beserta poster grafisnya.

 

Dunia Bangunan

Arsitek: Andi Pratama dari ANDParsitek, Jakarta

Bangunan medium rise yang berfungsi sebagai showroom dan kantor di kawasan BSD City (6.000 ha), Serpong, Tangerang Selatan (Banten), ini tampil ikonik dengan bentuk fasad dinamis yang menjadi focal point. Dinding fasad berusaha merespon iklim tropis dengan dibuat berlapis-lapis sebagai teritisan terhadap hujan dan matahari. Fasad dibentuk dari kombinasi material kaca dan konstruksi dinding solid dari material GRC serta rangka besi.

 

Next: Mountainous Sloping Green

Laman: 1 2 3 4 5