HousingEstate, Jakarta - Synthesis Development terus mengebut pembangunan apartemen Synthesis Residence Kemang (2 ha) di Jalan Ampera Raya, Kemang, Jakarta Selatan. Proyek apartemen tiga tower yang dikonsep dengan nuansa etnik Jawa itu telah memasuki tahap struktural mencapai lantai lima.

“Kami juga memanfaatkan kemudahan teknologi dengan memasang CCTV live streaming di lokasi proyek, sehingga konsumen bisa melihat langsung progres pembangunan unitnya melalui smartphone. Konsep-konsep seperti ini penting untuk menanamkan kepercayaan kepada konsumen,” ujar Imron Rosyadi, Property Investment Advisor Synthesis Development dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (9/1).

Terkait lokasi di Kemang yang sudah establish sebagai wilayah favorit hunian di Jakarta khususnya bagi orang asing, Imron menyebut proyek ini dikembangkan dengan konsep yang sangat kuat. Selain nuansa etnik Jawa, proyek juga dihadirkan dengan konsep celebrating peace, hunian yang menghadirkan ketenangan dan kedamaian.

Salah satu wujudnya, dari total dua hektar areanya, 60 persen dialokasikan ntuk ruang terbuka dengan konsep resort yang kental. Gerbang masuknya didesainn sebagai sequence untuk meredam kebisingan lalu lintas di jalan raya dan meredam polusi. Di lantai dasar tidak ada area parkir dan dimaksimalkan untuk area hijau. Untuk lot parkir disediakan empat lantai di basement.

Saat ini dibangun sekaligus dua tower Nakula (350 unit) dan Sadewa (375 unit), sedangkan tower Arjuna belum dipasarkan. Dirilis juga unit ekslusif Arkana dengan marbel mewah, lantai parket, kitchen set, aplikasi smarthome, digital door lock, dan lain-lain seharga mulai dari Rp1 miliaran/unit.

“Kami juga update dengan kebutuhan lifestyle kekinian dengan menyediakan business center yang dilengkapi jaringan internet super cepat dan ruang meeting ekslusif. Berbagai aktivitas bisnis bisa dilakukann di sini tanpa perlu menerobos kemacetan, seiring (berkembangnya) tren bekerja dari mana saja. Targetnya unit apartemen (di dua menara) ini  mulai diserahterimakan tahun 2020,” jelas Imron.